• Kota Kupang Sediakan RP21 Miliar Untuk JAMKESDA

    0

    Kupang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Kupang menyediakan dana Rp21 miliar untuk Program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) bagi warga miskin wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu agar lebih mudah mendapatkan akses layanan kesehatan.
    “Alokasi anggaran itu tersedia dalam APBD dan segera dimanfaatkan untuk membayar klaim pengobatan di rumah sakit rujukan yang ada,” kata Wali Kota Kupang Jonas Salean kepada Antara di Kupang, Senin.
    Jonas mengatakan dengan alokasi anggaran itu maka Pemerintah Kota Kupang bisa menyediakan kepesertaan Jamkesda bagi warga miskin daerah itu sebanyak 80.000 setiap tahun anggaran.
    “Karenanya warga miskin yang belum tersentuh program penanggulangan kesehatan pemerintah dapat segera mengajukan permohonan kepesertaan Jamkesda,” kata Jonas.
    Dia menjelaskan pola penanganan dan klaim program jaminan kesehatan daerah sangat berbeda dengan pola layanan kepsertaan jaminan kesehatan lainnya seperti BPJS Kesehatan.
    Untuk Jamkesda, layanan kesehatan harus dimulai dari pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang ada di daerah itu, kemudian jika masih butuh peningkatan layanan maka akan dirujuk ke RSU SK Lerik Kota Kupang.
    Jika memang masih butuh rujukan maka pasien pemegang Jamkesda akan dirujuk di RSU Prof WZ Johannes Kupang sebagai rumah sakit rujukan terakhir.
    Hal itu berbeda dengan layanan jaminan kesehatan lainnya seperti BPJS bagi warga miskin.
    Dalam kepesertaan BPJS, pemegang kartu layanan itu tidak perlu melalui puskesmas, karena langsung bisa melakukan pemeriksaan di rumah sakit yang ada yang menjamin pemegang PBJS tersebut. “Jadi tidak perlu adanya rujukan, tetapi bisa langsung memilih layanan yang dibutuhkan,” katanya.
    Untuk rujukan pun berbeda, karena pemegang BPJS akan bisa mendapatkan layanan rumah sakit rujukan lain selain RSU Prof Johannes Kupang. “Jadi bisa di seluruh rumah sakit yang ada yang memiliki layanan BPJS. Meskipun di luar daerah,” kata Jonas.
    Untuk Jamkesda, lanjut dia, kepesertaannya akan benar-benar gratis dan tidak dipungut biaya sepeser rupiahpun. “Jadi benar-benar memberikan layanan maksimal tanpa pendang jenis sakit dan kelas kepsertaannya,” kata Jonas.
    Menurut dia, jika warga yang sudah menggunakan BPJS Kesehatan, dimintakan untuk tetap menikmati layanan yang merupakan program Pemerintah pusat saat ini.
    Sedangkan yang belum menggunakan dan hendak mendapatkan layanan kesehatan maka bisa mendapatkan layanan program Jamkesda milik Pemerintah Kota Kupang.
    Pemerintah Kota Kupang, kata Jonas, akan terus menyediakan anggaran untuk pelaksanaan program Jamkesda itu, agar bisa memberikan akses bagi warga miskin yang belum tersentuh Program Indonesia Sehat milik pemerintah.
    Mantan Sekretaris Daerah Kota Kupang itu menyebutkan warga daerah itu yang masih tergolong miskin dan tidak mampu dan masih perlu pelayanan berbagai program kesejahteraan sosial sebanyak 14.242, atau sebesar 15 persen dari jumlah penduduk 525.025 jiwa.
    “Karena itu Pemerintah Kota Kupang berusaha menerapkan program kesehatan ini dengan tetap bersinegeri dengan program pemerintah pusat agar layanan kesehatan bagi warga benart-benar tercapai, untuk Indonesia yang sehat dan kuat,” kata Jonas Salean.(anjsa)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com