• Konstruksi Pembangunan Kolam Retensi Cieunteung Ditargetkan 2017

    0

    Bandung, jurnalsumatra.com- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa menuturkan proses konstruksi pembangunan Kolam Retensi di Kawasan Cieunteung, Kabupaten Bandung, sebagai upaya pencegahan banjir di Bandung Selatan akan dilakukan pada tahun 2017.
    “Proses konstruksi diperkirakan baru dapat dilakukan 2017 mendatang, setelah pembebasan lahan selesai. Danau buatan Cieunteung sudah masuk dalam revisi tata ruang wilayah Kabupaten Bandung. Sekarang sedang dalam proses pembebasan lahan,” kata Iwa Karniwa, di Bandung, Rabu.
    Menurut dia untuk membangun danau buatan tersebut dibutuhkan lahan dengan luas sekitar tujuh hektare dan kurang lebih ada sekitar 200 kepala keluarga yang lahannya akan dibebaskan.
    “Saat ini di lapangan sedang dalam proses pembayaran. Di harapkan 2016 pembebasan lahan selesai terus dilanjutkan detail engginering desain atau DED dan 2017 kontruksinya,” katanya.
    Iwa mengatakan untuk menyelesaikan banjir Bandung selatan tidak hanya bisa diselesaikan dengan pembangunan danau buatan semata namun perlu juga dilakukan rekayasa seperti membuat sodetan di beberapa titik sungai.
    “Ternyata hitung-hitungannya enggak cukup jika kolam retensi atau danau buatan saja. Maka saat kunjungan menteri diusulkan untuk ada sodetan,” ujar Iwa.
    Ia mengatakan anggarannya berasal dari pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan Pemprov Jawa Barat hanya membantu memfasilitasi proses pembangunannya saja.
    “Kalau untuk anggarannya dari Kementrian PU Pera melalui BBWS. Kami dari Pemprov Jabar memback-up sepenuhnya pembangunan kolam retensi ini,” kata dia.
    Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum Yudha Mediwan menambahkan penetapan lokasi pembangunan Kolam Retensi Cieunteung telah dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher.
    Ia juga sudah melakukan perjanjian kontrak dengan pihak tertentu untuk memulai pembangunan danau buatan tersebut. “Hal itu sudah kontrak. Penlok sudah ada. Kita tinggal membayar. Luas danaunya 8,7 hektare,” ujarnya.
    Ia mengatakan untuk anggaran penanganan banjir totalnya mencapai Rp200 miliar secara multi year dan artinya anggaran yang dikeluarkan tidak langsung Rp200 miliar.
    “Jadi untuk tahun ini anggaran yang dikeluarkan sekitar Rp40 miliar. Jadi kita tidak langsung triliunan,” kata dia.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com