• KEMENDAGRI Bangun Kantor Pemadam Kebakaran Kota Kupang

    0

    Kupang, jurnalsumatra.com – Kementerian Dalam Negeri membantu membangun Kantor Pemadam Kebakaran Kota Kupang dengan mengalokasikan dana Rp3,1 miliar dari pos Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2015.
    “Pembangunannya dua lantai seluas 582 meter persegi di atas tanah Pemerintah Kota Kupang seluas 1.500 meter persegi,” kata Kepala Kantor Pemadam Kebakaran Kota Kupang Jusuf Halen Riwoe, di Kupang Selasa.
    Menurut dia, karena seluruh anggaran berasal dari DAK kementerian Dalam Negeri, maka pelelangan dilakukan terbuka untuk mencari pelaksana konstruksi dan konsultan perencana dan pengawasnya.
    “Dapatlah CV Sunly Home Desaign sebagai Konsultan Perencana, CV Indo Planno Konsultan Pengawas dan CV Mitra Perkasa sebagai pelaksana konstruksi, sesuai tahapan dan proses Peraturan Presiden nomor 54 tahun 2010,” katanya.
    Dalam konteks itu semua, Pemadam Kebakaran Kota Kupang akan memanfaatkan semua sarana dan fasilitas yang ada untuk kepentingan layanan kepada masyarakat di saat kebakaran terjadi.
    Jujur dari aspek sarana pendukung utama seperti mobil, masih sangat kurang, namun demikian seluruh personel di kantor tersebut akan memaksimal yang ada untuk kualitas pelayanan kepada masyarakat di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu.
    Dia menyebut, hingga saat ini,  kendaraan operasional pemadam baru berjumlah enam unit besar dan kecil. Untuk usia terbaru kendaraan itu pada 2013 lalu. “Kendaraan tertua yang masih difungsikan sudah sejak 1979 silam. Unit ini akan tetap membantu kendaraan lainnya dalam upaya pemadaman,” katanya.
    Meski dengan kondisi seperti itu, Jusuf Halen mengatakan tetap mengoptimalkan yang ada. “Personel kita kuatkan dan kita dorong untuk terus bersemangat melayani masyarakat,” katanya.
    Terkait jumlah penangan kebakaran, Jusuf Halen mengatakan sepanjang 2015 terjadi penanganan untuk 96 kejadian di daerah itu, dengan total kerugian untuk periode Januari sampai Juni 2015 sebesar Rp9 miliar lebih. “ini hanya untuk 46 kejadian kebakaran,” katanya.
    Sementara di tahun 2016 periode sama Januari sampai Juni ini telah terjadi 27 kejadian kebakaran, dengan total kerugian mencapai Rp1,3 miliar. “Terjadi kecenderungan penurunan frekuensi kejadian sebanyak 19 kejadian,” katanya.
    Dia berharap, masyarakat Kota Kupang akan terus semakin sadar menjaga sejumlah hal pemicu kebakaran agar tidak terjadi kebakaran yang bisa merugikan warga.
    Wali Kota Kupang Jonas Salean pada kesempatan sama mengaku akan mengalokasikan sejumlah anggaran untuk membantu mengadakan kendaraan bagi kepentingan kelancaran kerja Pemadam Kebakaran Kota Kupang.
    “Mulai 2017 mendatang kita alokasikan anggaran Rp10 miliar untuk dua unit kendaraan pemadam. Serta akan ada tambahan unit operasional personel,” katanya.
    Mantan Sekretaris Daerah Kota Kupang ini mengaku masih banyak yang butuh didorong baik dari aspek tenaga profesional dan sarana, prasarana pendukung di kantor tersebut. “Ini masuk dalam pelayanan umum bagi warga dan karena itu harus benar-benar siap dari semua aspekanya baik personel maupun saran dan prasarana,” kata Jonas.
    Dia mengatakan akan juga menyediakan anggaran dan kesempatan bagi peningkatan kualitas sumber daya personel di kantor tersebut, sehingga bisa mumpuni saat melaksanakan tugasnya di tengah masyarakat.
    “Ini penting agar dalam pelaksanaan tugasnya setiap personel bisa tampil lebih baik dan bisa kerja lebih profesional,” kata Jonas.
    Kantor Pemadam kebakaran Kota Kupang yang baru diresmikan itu memiliki fasilitas lantai dasar yang terdiri dari ruang tunggu, ‘lobby’, garasi, ‘day room’, pantry, dorm torry, laundry. Sedangkan lantai dua terdiri dari ruangan kantor, ruang rapat, ruang kepala, ‘rest area’ dan dapur.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com