• Kemampuan Guru Bimbingan Konseling Harus Ditingkatkan

    0

    Medan, jurnalsumatra.com- Kemampuan guru Bimbingan Konseling Indonesia harus tetap ditingkatkan agar mampu mengembangkan prestasi siswa di sekolah, sehingga dapat melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas.
    “Bila perlu guru Bimbingan Konseling itu dapat diberikan pelatihan tenaga ahli pendidikan dari luar negeri, sehingga memiliki wawasan secara internasional,” ujar Pengamat Pendidikan Universitas Negeri Medan (Unimed) Dr Mutsyuhito Solin, MPd di Medan, Sabtu.
    Penambahan ilmu bagi guru BK itu, menurut dia, sangat diperlukan mengingat perkembangan dan kemajuan pendidikan dewasa ini yang semakin pesat.
    “Kita harus dapat menyesuaikan dengan kemajuan di era globalisasi saat ini, jika tidak ingin tertinggal jauh dengan pendidikan negara-negara lainnya di ASEAN,” ujar Solin.
    Ia menyebutkan, para pelajar di Indonesia harus mampu bersaing dengan siswa dari negara asing lainnya sesuai dengan kemajuan dan perkembangan zaman.
    Siswa -siswa dari Tanah Air harus mampu menguasai dengan baik bahasa Inggris sebagai alat komunikasi secara internasional dan berbagai ilmu teknologi yang semakin canggih.
    “Hal ini harus dikuasai, apalagi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang telah mulai memasuki Indonesia dan tidak bisa dicegah,” katanya.
    Solin menambahkan, persepsi guru BK Indonesia yang selama ini hanya sekadar mengurus dan memberikan arahan siswa nakal dan tidak memiliki disiplin harus dapat dihilangkan.
    Sebab, tugas dan tanggung jawab guru BK tersebut sangat penting untuk memajukan siswa agar mampu memiliki prestasi dan mengangkat nama baik sekolah.
    “Guru Bimbingan Konseling itu merupakan ujung tombak untuk meningkatkan prestasi siswa dan hal ini harus dapat dilaksanakan,” kata Dosen Unimed itu.
    Sebelumnya, pemerintah Selandia Baru melalui Education New Zealand (ENZ) akan memberikan pelatihan kepada sejumlah guru Bimbingan dan Konseling Indonesia guna mengembangkan kemampuan dalam mendukung masa depan para pelajar.
    Manajer Marketing and Strategic Relations ENZ Karmela Christy di Kedutaan Besar Selandia Baru di Jakarta, mengatakan, saat ini masih ada persepsi kurang tepat mengenai fungsi guru di Indonesia, yakni hanya sekedar memberikan hukuman atau menangani murid bermasalah.
    Terkait dengan penilaian tersebut, ENZ yang merupakan agensi badan pemerintahan Selandia Baru dalam sektor pendidikan internasional, menganggap perlu memberikan peran untuk mengubah stigma tersebut.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com