• Kapolres Pagaralam Pantau Kerusakan Jalur Mudik Lebaran

    0

    polres pagaralamPagaralam, jurnalsumatra.com – Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Pambudi, SIK melakukan inspeksi mendadak (Sidak), atau memantau lsngsung disejumlah ruas jalan yang akan di gunakan masyarakat untuk mudik lemaran 1342 H.

    Selain memantau lokasi jalur mudik dan Kapolres bersama Ketua KONI, dan manager ARRA hotel, meninaju langsung sejumlah daerah longsor di Indikat, Kelurahan Atung Bungsu, dan sekitar lokasi wisata Lematang, Kelurahan Prahudipo, Kecamatan Dempo Selatan.

    Kemudian, petugas gabungan di sejumlah lokasi longsor dan rawan kecelakaan dilakukan pilice line, dan pamplet pemberitahuan daerah rawan longsor dan bahaya kecelakaan lalulintas.

    Setelah itu dilanjutkan dengan gotong royong perbaikan jalan rusak dan berlobang seperti di jalan Gunung dan sekitar pasar seghepar Seghendi yang paling rawan kecelakaan.

    “Kita perlu mendorong agar pemerintah untuk mempercepat perbaikan jalan yang rusak akibat longsor, seperti di Indikat, Lematang, dan Lubuk Buntak, Kecamatan Dempo Selatan,” kata Kapolres AKBP Pambudi SIK, didampingi Kasat Lantas AKP Zaldi dan Kapolsek Dempo Selatan AKP Hery W, Selasa (9/6).

    Menurut dia, ada empat titi daerah rawan kecelakaan akibat kondisi jalan longsor dan tergrus air pada saat musim hujan beberapa waktu lalu.

    “Adapun jalan yang mengalami keruskan cukup parah akibat longsor dan bahkan nyaris memutuskan jalan penghubung utama Kota Pagaralam dengan Kabupaten Lahat, Muara Enim dan Palembang,” ungkap dia.

    Longsor ini, kata dia, bukan hanya membuat sebagian jalan sudah ambol masuk jurang yang dalamnya ratusan meter dan kalau tidak segera dilakukan perbaikan kerusakan jalan akan semakian parah dan bisa jadi putus total.

    Dia mengatakan,lokasi terparah kalau di Indikat panjang longsor ada sekitar 15 meter dengan lebar sekitar 30 cm,  dan di Lematang Indah sekitar panjang 25 meter lebar 35 cm yang sudah ambrol.

    “Memang ada jalan alternatif dari Simpang Mbacang, Kecamatan Dempo Tengah tembus ke Desa Muara Siban Lahat, sepanjang 46 km, namun hanya bisa dilalui kendaraan kecil dan kondisi jalan juga sempit dan banyak tikungan tajam,” kata dia.

    Ia mengatakan, kemudian kalau jalur di wilayah kota, terutama yang berlobang dilakukan penutupan dengan menggunakanpenge coran, seperti di jalan gunung dan jalan depan pasar Dempo Permai.

    “Kegiatan ini kita juga melibatkan masyarakat terutama untuk melakukan pengecoran lobang jalan dan memasang papan peringatan di sejumlah daerah rawan longsor,” ujar dia.

    Ditambahkan, Kasat Lantas AKP Zaldi  mengatakan, memang ada beberapa titik jalan memang kondisinya sudah mengalami kerusakan cukup parah akibat longsor dan tergros air saat hujan deras.

    “Sebetulnya sepanjang jalur Indikat hingga Simpang Mana, terdapat puluhan titik daerah rawan longsor dan terparah ada lima titik, satu di Indikat, dua di Lematang dan satu lagi di Simpang Mana,”kata dia.

    Namun demikian, kata dia, semua sudah dipasang papan peringatan atau pemberitahuan termasu memagari dengan pollice line. (Van)

     

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com