• Jangan Bangun Rumah Di Bibir Pantai

    0

    Padang, jurnalsumatra.com – Anggota DPRD Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Iswandi mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membangun rumah di kawasan bibir pantai karena berisiko abrasi yang cukup tinggi.
    “Abrasi di sepanjang pantai di Padang sudah semakin memprihatinkan, bibir pantai juga makin menjorok ke daratan sehingga tidak lagi aman untuk bermukim di lokasi itu,” kata dia di Padang, Sabtu.
    Ia menambahkan ombak dan pasang semakin membahayakan, bahkan air laut semakin dekat ke pemukiman masyarakat, apalagi beberapa waktu lalu terjadi abrasi yang menghancurkan rumah warga.
    “Hal terpenting saat ini ialah upaya sosialisasi dari lurah, RT/RW setempat pada warga terkait tingginya risiko membangun rumah di bibir pantai,” ujarnya.
    Menurutnya, masyarakat di daerah pinggiran pantai harus sadar risiko abrasi pantai yang semakin meluas.
    Ia menyampaikan secara sosial, pihaknya sangat prihatin terhadap masyarakat yang terdampak dan pemerintah setempat juga akan terus mengupayakan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial.
    Ia mengimbau masyarakat agar terus waspada dan berhati-hati karena abrasi pantai dapat terjadi sewaktu-waktu, agar tidak ada korban.
    Anggota DPRD Padang lainnya, Maidestal Hari Mahesa menegaskan dalam undang-undang sudah dijelaskan bahwa dilarang membangun rumah, apalagi bersifat permanen di bibir pantai.
    Namun masyarakat Kota Padang tidak menaati peraturan tersebut.
    Menurutnya, secara aturan sudah jelas bahwa bangunan tidak boleh didirikan pada enam hingga 10 meter dari bibir pantai.
    “Ke depannya perlu imbauan tegas dari pemerintah setempat pada masyarakat yang masih tidak patuh, agar tidak ada korban jiwa dan materil saat abrasi pantai,” katanya.
    Selain itu, terkait peristiwa abrasi di beberapa titik pinggiran pantai di Padang, DPRD setempat mendorong pemkot unyuk mencari bantuan ke pemerintah pusat agar dibangun batu grib di sepanjang pesisir pantai.
    “Selain itu pemerintah kota perlu mengupayakan pembangunan rumah susun nelayan agar mereka tidak lagi menetap di bibir pantai,” ujarnya.
    Sementara Wali Kota Padang, Mahyeldi menjelaskan bahwa akan dilakukan pemasangan batu grid, namun membutuhkan waktu yang lama serta biaya yang tidak sedikit.
    “Pembuatan satu buah batu grid membutuhkan dana yang besar. Serta ada kendala di lapangan dalam pemasangan batu grid itu,” lanjutnya.
    Namun pemerintah setempat akan berusaha maksimal agar rencana itu segera terealisasi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com