• Jaksa Agendakan Pemanggilan Mantan Bupati Lombok Utara

    0

         Mataram, jurnalsumatra.com – Jaksa penyelidik Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat kembali mengagendakan pemanggilan mantan Bupati Lombok Utara Djohan Syamsu terkait penanganan kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan sosial tahun 2015.
    “Agenda pemanggilannya pada Selasa (7/6) mendatang,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi NTB melalui Kasi Penkum dan Humas I Made Sutapa, di Mataram, Jumat.
    Menurutnya, surat undangan pemanggilan sudah dilayangkan Kejati NTB kepada yang bersangkutan.
    Selain Djohan Syamsu, pihaknya melayangkan surat pemanggilan untuk mantan Penjabat Bupati Lombok Utara Ashari.
    “Jadi Selasa (7/6) pagi itu mantan Bupati Lombok Utara yang dipanggil, dan dilanjutkan pada siang harinya mantan penjabat bupati,” ujarnya lagi.
    Kedua mantan pejabat tinggi di Pemkab Lombok Utara itu sebelumnya pernah dimintai keterangan oleh I Kadek Topan AP, jaksa penyelidik di bagian pengawasan.

         Menurut dia, kedua mantan pejabat daerah itu dipanggil lagi untuk memenuhi kebutuhan penyelidikannya.
    “Sifatnya klarifikasi keterangan saja,” ujar Sutapa pula.
    Penyaluran dana bansos tahun 2015 menelan anggaran Rp10 miliar lebih dari APBD Perubahan Tahun 2015. SK penyalurannya dikeluarkan oleh Penjabat Bupati Lombok Utara Ashari.
    Anggaran yang terealisasi berdasarkan SK tersebut, meningkat dari nilai sebelumnya sebesar Rp3,7 miliar. Bansos sebesar itu muncul pada saat Pemkab Lombok Utara masih dipimpin oleh Bupati Djohan Syamsu.
    Peningkatan jumlah bansos yang disalurkan pemkab, karena adanya penambahan dalam sejumlah itemnya, antara lain untuk pendanaan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), kelompok usaha bersama (KUB), organisasi kemasyarakatan dan tempat ibadah, maupun partai politik.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com