• Izin Jenguk Tersangka Korupsi Hanya Dua Orang

    0

         Ambon, jurnalsumatra.com – Seksi Penyidikan Kejaksaan Tinggi Maluku hanya memberikan izin menjenguk tersangka dugaan korupsi anggaran pembelian tanah dan gedung PT. Bank Maluku-Malut, IR di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Waiheru – Ambon kepada dua orang ketika yang bersangkutan dititipkan sejak Rabu (1/6).
    “Yang diizinkan menjenguk IR pada 1 Juni 2016 itu adalah salah satu pegawai negeri di Kejati Maluku dan kebetulan merupakan keponakan tersangka sehingga dia diberikan kesempatan bersama suaminya membawa pakaian tersangka, tetapi itu pun ditolak pihak Rutan,” kata Kasie Penyidikan Kejati Maluku, Ledrik Takandengan di Ambon, Sabtu.
    Akibat  tidak diizinkan bertemu tersangka oleh pihak Rutan, pegawai tersebut akhirnya pulang bersama suaminya dan sempat mengeluh karena aturannya harus setelah tujuh hari baru seseorang bisa dijenguk pihak keluarga.
    Menurut Ledrik, pihak Rutan Waiheru maupun Divisi Lapas Kanwil Kemenkum HAM Maluku tidak bisa mencuci tangan dan beralasan menerima kunjungan keluarga pada Jumat (3/6), berdasarkan surat izin yang diberikan penyidik selaku pihak yang menahan tersangka kepada pegawai Kejati Maluku dan suaminya.
    “Dalam surat izin itu hanya tertera dua nama pengunjung, itu pun ditolak petugas rutan lalu kenapa dalam waktu tiga hari muncul banyak orang menggunakan surat tersebut justeru dilayani petugas rutan dan membuka pintu bagi mereka mengunjungi tersangka,” ujarnya.

         Seharusnya pengunjung memita surat izin menjenguk tersangka di Kejaksaan Tinggi Maluku, dan kalau pun itu dilakukan, maka mereka belum bisa mendapatkannya sebelum tersangka menjalani masa orientasi selama tujuh hari di Rutan pascapenahanan.
    IR alias Idris adalah mantan Direktur Umum PT. BM-Malut dan sekarang menjadi Direktur Utama BUMD milik Pemprov Maluku tersebut, namun yang bersangkutan dijadikan tersangka dan ditahan penyidik Kejati Maluku sejak Rabu (1/6) bersama tersangka PRT yang merupakan mantan Kepala Divisi Korsek dan Renstra PT.Bank Maluku – Malut.
    Selain IR da PRT, jaksa juga telah menitipkan tersangka lainnya berinisial HT, pemilik PT. Harves dan merupakan rekanan PT. BM-Malut ke Rutan Waiheru karena diduga memiliki keterlibatan secara langsung dalam dugaan penyalahgunaan anggaran pembelian lahan dan gedung untuk dijadikan kantor cabang BUMD Pemprov Maluku tersebut di Surabaya.
    Sehari pascapenahanan tersangka dan dititipkan jaksa di Rutan Waiheru Ambon, sejumlah warga melakukan aksi demonstrasi di halaman Kantor Kejati Maluku meminta penyidik menangguhkan penahanan ketiganya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com