• Indonesia dipercaya bahas agenda baru perkotaan dunia

    0

    Palembang, jurnalsumatra.com – Indonesia dipercaya Perserikatan Bangsa Bangsa memimpin negara-negara di Asia Pasifik untuk pembahasan agenda perkotaan dunia pada Sidang Pra Komite Habitat III di Surabaya, Jawa Timur, 25-27 Juli 2016.

    Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Lana Winayanti di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat, mengatakan keputusan yang didapatkan pada perdebatan di Surabaya itu akan dibawa ke Sidang Habitat III di Quito, Ekuador, 17-20 Oktober 2016.

    “Ini menjadi suatu kehormatan tersendiri bagi Indonesia yakni dipercaya PBB untuk memimpin sidang prakomite khusus bagi negara-negara Asia Pasifik,” kata lulusan S3 bidang Urban Planning di University of Melbourne, Australia (2004).

    Kegiatan ini menjadi suatu kebanggaan karena seperti diketahui bahwa Asia Pasifik menjadi suatu kawasan yang penting di dunia karena didalamnya terdapat negara-negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia seperti Tiongkok, India, dan Indonesia sendiri selaku tuan rumah.

    Harapannya dengan digelar di Indonesia maka akan muncul suatu ide-ide dan semangat baru negara-negara di dunia untuk menyelamatkan masyarakat perkotaan.

    Ia mengemukakan pada pertemuan pertama yakni Sidang Habitat I pada tahun 1976, negara anggota lebih berfokus pada cara memberikan hunian layak pada masyarakat perkotaan dengan lebih mengedepankan peran pemerintah.

    Lalu, seiring dengan meningkatnya jumlah peduduk di kota dari 38 persen menjadi 45 persen mulai muncul isu-isu terkait perkotaan pada Sidang Habitat II pada 1996.

    “Pada Sidang Habitat II ini sudah muncul kekhawatiran jika kota tidak diatur baik maka bisa menjadi masalah besar di masa datang, seperti tidak akses air bersih, sanitasi yang baik dan kesehatan masyarakat yang semakin menurun,” kata Ketua Harian Sekretariat Nasional Habitat (2008-2014).

    Oleh karena itu, setelah 20 tahun berlalu dari Sidang Habitat II, negara-negara di dunia telah bersepakat untuk menghasilkan `agenda baru perkotaan` yang akan digunakan hingga dua dekade mendatang.

    Semangat ini dilatari karena sebagian besar negara sudah mengalami urbanisasi yang berkelanjutan, seperti Indonesia sudah menembus persentase 54,5 persen penduduk tinggal di kota pada 2010.

    Meski belum dalam pembahasan, menurut Lana, Indonesia sudah merumuskan isu-isu yang akan dibahas saat pertemuan pra komite di Surabaya mendatang.

    “Salah satu yang akan dibahas mengenai betapa padatnya Jawa saat ini. Dengan wilayah hanya enam persen dari total luas wilayah Indonesia, tapi penduduk sebagian besar terkonsentrasi di sana. Belum lagi adanya kota pesisir, kota perbatasan yang memperlukan pengelolaan khusus,” kata dia.

    Indonesia sebagai negara yang memimpin pra komite Habitat III tetap akan memegang prinsip utama dalam menyusun The Urban Agenda tersebut yakni tidak meninggalkan masyarakat miskin, mempertimbangkan budaya lokal, melibatkan masyarakat, fokus pada kesejahteraan masyarakat, dan memperhatikan tantangan perubahan iklim.

    “Intinya, pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan sosial, budaya, ekonomi dan lingkungan,” kata Lana.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com