• HNSI Khawatir SPDN Tenau Tidak Beroperasi

    0

       Kupang, jurnalsumatra.com – Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Kupang Maksi Evendi Ndun mengatakan khawatir terhadap Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) di Pelabuhan Pelelangan Ikan Tenau Kupang tidak beroperasi sesuai jadwal.
    “Sampai sejauh ini, kami tidak pernah melihat adanya aktivitas dari pengelolah SPDN yang menunjukkan tanda-tanda untuk beroperasi,” katanya kepada Antara di Kupang, Selasa.
    Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam kunjungan kerjanya di Kupang, Minggu (12/6), menghendaki agar SPDN Tenau Kupang segera beroperasi dalam tempo sebulan.
    “Kita sama-sama menghitung mulai hari ini (12/6) sampai 12 Juli 2016, SPDN di Tenau akan bisa beroperasi untuk memenuhi pasokan kebutuhan bahan bakar nelayan,” katanya dalam dialog bersama nelayan di Tenau pada saat itu.
    Namun, sampai sejuah ini tidak ada aktivitas apapun di SPDN Tenau sehingga membuat Ketua HNSI Kota Kupang dan para nelayan yang mangkal di Tenau Kupang menjadi khawatir terhadap janji Manteri Susi tersebut.
    Informasi yang disampaikan langsung oleh Menteri Susi itu menjadi pegangan para nelayan untuk menunggu agar SPDN tersebut bisa beroperasi agar beban kebutuhan bahan bakar menjadi lebih ringan.

        Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar solar, para nelayan harus membeli dari para pengecer dengan harga Rp 6.000/liter dengan selisi Rp 850/liter dari harga di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Rp 5.150/liter.
    “Selisih harga lumayan besar karena kebutuhan satu nelayan untuk melaut bisa lebih dari 1000 liter, itu baru satu nelayan,” kata Maksi Evendi.
    Menurutnya, jika SPDN Tenau beroperasi maka nelayan dapat menghemat biaya operasional untuk bahan bakar sehingga tidak terlalu khawatir ketika hasil tangkapan berkurang.
    Jika dihitung waktu per hari ini (28/6) hingga 12 Juli maka waktu tersisah kurang lebih 14 hari sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh Menteri Susi.
    Maksi Evendi mengatakan kekhawatiran para nelayan muncul karena hingga kini belum menemukan adanya aktivitas persiapan untuk pengoperasian SPDN Tenau.
    Ia berharap, para petugas yang petugas birokrasi terkait yang berada di bawah KKP dapat menindaklanjuti apa yang sudah disampaikan oleh orang nomor satu di KKP tersebut sehingga tidak ada kesan pembohongan dilakukan terhadap para nelayan.
    Secara terpisah, Kepala Pelabuhan Tenau Francisco Meo, mengatakan bahwa pihaknya belum memberitahukan secara pasti kapan beroperasinya SPDN Tenau karena masih dalam proses.
    “SPDN itu dikelolah melalui koperasi kita (Koperasi Lestari) namun saat ini belum bisa dipastikan kapan bisa beroperasi,” katanya kepada Antara di Kupang.
    Ia mengatakan, saat ini pengelolah sedang mengurus administrasi dan kelengkapan dokumen termasuk menunggu izin pengoperasian sehingga waktu pengoperasian baru bisa diberitahukan setelah semua proses tersebut berjalan lancar.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com