• Harga Daging Di Musirawas RP120 Ribu/KG

    0

    Musirawas, jurnalsumatra.com – Harga daging sapi dijual pedagang di pasar tradisonal di Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, sehari menjelang bulan Ramadhan 1437 Hijriyah menembus Rp120 ribu per kilogram, kendati persediaan cukup memadai.
    Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Musirawas Bambang Hariadi di Musirawas, Senin mengatakan pada hari-hari sebelumnya harga daging Rp100 ribu/kg.
    Menurut pengakuan para pedagang kenaikan itu biasanya tak lama bertahan karena hanya pada sehari menjelang  bulan puasa nanti kembali naik sehari menjelang lebaran.
    Disnakan Musirawas mengatakan sepekan sebelum masuk bulan puasa pihaknya sudah menurunkan petugas ke beberapa pasar tradisonal untuk memantau harga dan kebutuhan daging sapi, daging ayam dan telur.
    Dalam pemantauan itu petugas tidak menemukan daging gelondongan, karena masyarakat di Kabupaten Musirawas sebagian besar memiliki ternak sendiri jadi tidak membutuhkan pasokan daging dari luar.
    Pada hari-hari biasa mereka hanya memotong satu dan dua ekor, itu pun kadang kala tidak habis, karena masyarakat kecil sejak turunnya harga karet dan buah kelapa sawit sudah meninggalkan untuk mekonsumsi daging.
    Mereka memakan daging setelah ada hajatan atau sekali-sekali makan dirumah makan, untuk lauk pauk masyarakat selain ayam potong juga ikan air tawar yang merupakan ternak sendiri.
    Apa lagi masyarakat yang berdomisili disepanjang aliran saluran irigasi teknis seperti di Kecamatan Tugumulyo, Megang Sakti, Sumberharta dan Merasi.
    “Semua daging yang dijual pedagang menjelang bulan puasa layak konsumsi karena berasal dari ayam sehat dan sapi sehat, sedangkan telur ayam ras sebagian besar dipasok dari luar daerah antara lain Sumatera barat dan Sumatera Utara,” jelasnya.
    Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Musirawas  H Bambang Hermanto mengatakan pihaknya juga secara rutin menurunkan tim ke lapangan melakukn inspeksi mendadak untuk memantau perkembangan harga bahan pokok.
    Ia mengakui harga kebutuhan pokok memasuki bulan puasa sebagian besar naik antara dua hingga tig persen, kecuali ada beberapa komoditas termasuk harga telur melonjak karena dipasok dari luar daerah.
    Untuk harga telur ayam naik menjadi Rp45 ribu dari sebelumnya Rp38 ribu per kilogram dan harga bawang merah naik menjadi Rp40 ribu dari sebelumnya Rp35 ribu per kilogram, sedangkan stok dipasaran cukup.
    Berdasarkan hasil laporan tim dari lapangan menemukan beberapa bahan makanan yang kadaluarsa masih djual secara bebas oleh pedagang.
    Makan yang kasaluarsa dan tak memiliki label itu antara lain makanan yang diminati anak-anak, bumbu instan, mie instan, bihun dan ragi tempe.
    “Kami mengimbau kepada masyarakat agar menjadi konsumen cerdas saat mau berbelanja harus teliti teruma amenjelang bulan puasa dan lebaran,” katanya.
    Salah seorang warga di Kecamatan Sumberharta Mawardi mengharapkan dengan naiknya sebagian besar bahan pokok itu, pemerintah menggelar operasi pasar agar masyarakat menengah kebawah bisa terjangkau.
    Meskipun harga karet dan buah kelapa sawit sudah bergerak naik, namun tingkat ekonomi masyarakat belum tetap belum stabil karena terlalu lama harga dua komoditas andalan petani itu anjlok.
    “Kalau masalah daging sudah kami tinggalkan karena harganya terlalu tinggi, tapi seperti minyak goreng, gula garam dan lainnya adalah kebutuhan pokok, sedangkan beras tidak beli karena baru usai panen,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com