• Gubernur Papua Barat Batasi Pengiriman Kayu LOG

    0

    Manokwari, jurnalsumatra. com- Gubernur Papua Barat Abraham O Atururi akan membatasi pengiriman kayu log atau gelondongan ke luar wilayah Papua.
    Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat Fredrik H Runaweri di Manokwari, Kamis, mengatakan, perusahaan industri kayu olahan di daerah tersebut terus mengalami peningkatan. Hal ini bisa mendukung kebijakan gubernur tersebut.
    Terkait upaya tersebut Dinas Kehutanan Papua Barat menggelar sosialisasi peraturan perundang-undangan bidang kehutanan. Pada sosialisasi tersebut, pihaknya bermaksud meminta masukan dari Dinas Kehutanan.
    “Selanjutnya masukan dari daerah-daerah tersebut akan kita sampaikan kepada gubernur sebagai bahan pertimbangan, atas pemberlakuan peraturan gubernur tentang pembatasan pengiriman kayu log tersebut,” kata dia.
    Dia menyebutkan, pembatasan pengiriman kayu log sudah berlangsung sejak lama melalui keputusan bersama gubernur Papua dan Papua Barat.
    Di Provinsi Papua keputusan itu berlaku sejak tahun 2008, dan di Papua Barat tahun 2012. Selanjutnya peraturan gubernur itu pun berlanjut hingga 2016.
    Pada 1 Maret lalu telah berakhir dan pergub yang baru sedang digodok. Jika pergub berlaku pada 31 Desember mendatang, sejak saat itu tak boleh ada pengiriman kayu log keluar wilayah Papua.
    “Sekarang infrastruktur sudah lengkap, perusahaan industri kayu olahan sudah lebih banyak.  Sehingga kita sudah mampu memproduksi kayu olahan. Kita berharap sudah bisa diterapkan sepenuhnya,”ujarnya
    Dia mengutarakan, saat ini, pelaku industri kayu olahan sudah lebih dari 30 perusahaan. Sementara pemegang Izin Usaha Pengolahan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) 18 perusahaan.
    Runaweri berharap seluruh produksi kayu dari 18 perusahan pemegang IUPHHK ini bisa ditampung ke 30 perusahaan industri kayu olahan tersebut.
    Dia menambahkan, pemberlakuan kebijakan ini merupakan kewenangan gubernur. Untuk memperkuat peraturan tersebut pihaknya berencana meningkatkan statusnya menjadi peraturan daerah (perda).(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com