• Enam Wanita Asal Lampung Diamankan

    0

    Jpeg

    KAYUAGUNG, jurnalsumatra.com  – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan melalui Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) dan Dinas Sosial (Dinsos) bekerja sama dengan Sat Shabara Polres OKI, Kodim 0402 melakukan razia terhadap penyakit masyarakat, Kamis (9/6/2016) malam berhasil mengamankan enam wanita asal lampung.

    Petugas melaksanakan razia di sejumlah warung remang-remang yang ada di sepanjang jalan lintas timur OKI. Razia ini bertujuan untuk menciptakan suasana aman dan nyaman bagi umat muslim dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan.

    Dalam razia tersebut petugas gabungan menyisir kafe-kafe atau warung remang-remang yang diduga sebagai tempat mesum mulai dari Kecamatan Teluk Gelam hingga ke Hutan Tutupan.

    Dari razia tersebut, petugas berhasil mengamankan puluhan botol miras dan sebanyak enam orang wanita asal Lampung yang diduga sebagai pekerja seks. Mereka yang berhasil diamankan kemudian dibawa ke kantor Sat PolPP OKI untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.

    Kasat Pol PP OKI, Alexander Bustomi mengatakan, razia ini dilakukan dalam rangkah menjaga konsusifitas dan kesucian bulan romadhon dan juga didasari dari Perda No 13 tahun 2010 tentang ketertiban umum. “ Kita telah melakukan razia ketempat-tempat yang diduga sering dijadikan tempat maksiat sehingga hal tersebut dapat mengganggu kondusifitas dan kenyamanan umat muslim yang melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan,”katanya.

    Katanya, pihaknya juga berhasil mengamankan para pekerja di salah satu panti pijat yang perizinannya dipertanyakan untuk itu, pihaknya akan menanyakan dan melakukan pembinaan terhadap mereka semua.

    “Pihak kepolisian juga berhasil mengamankan puluhan botol minuman keras ditempat yang perlu diklarifikasi tentang izin dan peredarannya,”katanya.

    Pemrintah OKI katanya, telah menyebarkan surat edaran sejak H-10 Romadhon yang ditujukan ke tempat-tempat hiburan dan warung-remang-remang untuk menghentikan aktifitasnya. Bukan hanya di bulan romadhon pihaknya meminta para pemilik kafe tersebut untuk menghentikan aktifitasnya selamanya karena tidak memiliki legalitas yang jelas. “ Kita akan terus melakukan pengawasan dan monitoring terhadap tempat-tempat tersebut dan terus memberikan teguran-teguran kalau memang ini nantinya masih meresakan masyarakat kita akan ambil tindakan tegas lain,”jelasnya.

    Sementara itu, Abdianto Fikri, Ketua DPC PDI Perjuangan OKI mengapresiasi kinerja Sat Pol PP OKI yang telah berinisiatif untuk melakukan razia disejumlah tempat yang diduga dijadikan sebagai tempat prostitusi. “Kita apresiasi terhadap kinerja dan kesigapan SatPol PP beserta tim yang telah melakukan razia ke kafe-kafe yang selama ini meresahkan masyarakat,”terang Abdianto.

    Ketua Komisi III DPRD OKI ini juga berharap, razia ini dilakukan secara rutin agar kondusifitas bulan suci ini benar-benar terjaga. Kalau perlu segala bentuk prostitusi dimusnahkan dari bumi bende seguguk ini.

    Katanya, masyarakat juga diminta untuk berperan aktif mengawasi tempat-tempat yang diduga menjadi tempat mesum. “Jika penyakit masyarakat yang satu ini tidak dibasmi, kami khawatir moral generasi kita akan terus terancam. Belum lagi persoalan budaya-budaya negatif yang mudah masuk dan diakses di internet. Dan tentunya ini menjadi tugas kita semua untuk mengawasi,” cetusnya.(ata)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com