• DPU Mataram Usulkan Program Perbaikan Drainase

    0

    Mataram, jurnalsumatra.com- Dinas Pekerjaan Umum Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengusulan program perbaikan drainase dan jalan melalui dana alokasi khusus ke Kementerian Pekerjaan Umum.
    “Untuk itu saat ini, kami sedang menyiapkan pendataan dan evaluasi kebutuhan anggaran untuk perbaikan drainase sekunder dan tersier serta jalan tahun 2017,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Mataram H Mahmuddin Tura di Mataram, Jumat.
    Ia mengatakan, pendataan dan kebutuhan anggaran yang disiapkan itu akan diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum melalui sebuah proposal pengajuan yang ditembuskan ke Kementerian Keuangan dan Badan Perencana Pembangunan Nasional.
    Hal itu sesuai dengan arahan dari pemerintah yang meminta kepada setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang memiliki program fisik agar segera membuat proposal kebutuhan anggaran sebagai kajian pemberian dana alokasi khusus (DAU) tahun 2017.
    “Jadi semua SKPD yang memiliki program fisik termasuk kami di DPU sedang menyusun proposal anggaran untuk DAU, dan PU fokus pada pengajuan untuk drainase dan jalan,” katanya menyebutkan.
    Akan tetapi, sejauh ini Mahmuddin, belum dapat menyebutkan angka pasti kebutuhan anggaran untuk penataan drainase dan jalan di kota ini, sebab timnya masih melakukan evaluasi kebutuhan anggaraan disesuaikan dengan data-data yang ada.
    “Proposal itu paling lambat harus dikirim tanggal 10 Juni 2016, jika tidak kami tidak dianggap membutuhkan DAU,” katanya.
    Berdasarkan data DPU, pihanya mencatat sekitar 70 persen kondisi drainase primer di kota ini sudah baik sisanya merupakan drinase sekunder dan tersier yang masih butuh penataan.
    Menurutnya, 30 persen drainase sekunder dan tersier yang akan menjadi sasaran perbaikan tahun 2017 itu, kondisinya saat ini bervariasi yakni rusak ringan sedang dan berat.
    Penyebab kerusakan drainase di kota ini rata-rata karena tingkat alih fungsi lahan yang sangat tinggi, sehingga terjadi penyempitan bahkan kerusakan pada koneksi saluran primer, sekunder dan tersier.
    Selain itu, banyaknya saluran yang beralih fungsi menjadi irigasi,  dimana saluran menyempit pada bagian ujung sehingga menghambat aliran ke arah muara.
    “Akibatnya, ketika terjadi sedikit tumpukan sampah atau sedimen terutama pada musim hujan, menyebabkan kontraksi dan airpun meluap ke jalan sehingga terjadi genangan,” sebutnya.
    Karena itulah, katanya menambahkan, tahun 2017 DPU akan fokus menangani drainase dan jalan, sebagai upaya peningkatan pelayanan masyarakat sekaligus meminimalisir terjadinya genangan dan banjir.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com