• DPRD Sarankan DPU Buat Perencanaan Atasi Banjir

    0

    Mataram,jurnalsumatra.com- Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram Rangga Danu Meinaga menyarankan agar Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dapat membuat perencanaan matang untuk menangani banjir yang setiap tahun selalu melanda kawasan bagian selatan kota ini.
    “Dinas Pekerjaan Umum (DPU), harusnya tanggap dengan kondisi ini, apalagi dia sudah menjabat selama lima tahun,” katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis.
    Pernyataan itu dikemukakan menanggapi kembali terjadi banjir di kawasann bagian selatan Kota Mataram yang dilintasi Kali Unus, akibat intensitas hujan tinggi dan banjir kiriman yang menyebabkan air meluap ke jalan dan sekitar 210 rumah penduduk pada Senin malam (30/5).
    Rangga begitu anggota dewan dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini mengatakan, semestinya Kepala DPU Kota Mataram yang dijabat oleh H Mahmuddin Tura dapat menyusun rencana untuk mengatasi banjir ini baik jangka pendek maupun jangka panjang.
    Untuk jangka pendek, diakuinya, DPU aktif melakukan normalisasi kali dan saluran akan tetapi, Mataram berada di daerah hilir sehingga ketika terjadi hujan di hulu maka air, lumpur bahkan sampahnya tetap mengalir ke hilir.
    “Oleh karena itu, jika normalisasi terus dilakukan tanpa adanya perbaikan konstruksi maka sulit untuk mengatasi masalah banjir ini,” katanya.
    Karena itulah, DPU harus segera menyusun program jangka pajang untuk penanganan banjir dengan melakukan perbaikan konstruksi atau solusi-solusi lainnya, seperti pembangunan waduk mini yang telah diwacanakan.
    Sementara, DPRD akan membantu untuk dukungan anggaran sesuai dengan perencanaanya, kalaupun proses penganggarannya  tidak bisa sekaligus, kebutuhan anggaran bisa dialokasikan secara berharap.
    “Jika menyusun perencanaan saja DPU tidak mampu juga, kepala dinasnya diganti saja,” ujarnya menyarankan.
    Selain banjir, lanjut Rangga, masalah genangan air hingga kini juga belum bisa teratasi dan akibatnya, setiap tahun genangan selalu terjadi pada titik yang sama.
    Genangan itu, sebutnya, antara lain di Jalan Majapahit, Jalan Sriwijaya dan Jalan Panjitiar, padahal setiap tahun selalu ada anggaran untuk penanganan genangan.
    “Tetapi hasilnya belum maksimal, dan hal itu dipicu karena perencanaanya yang kurang matang,” katanya lagi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com