• DPRD Minta Pemerintah Tanggulangi Abrasi Pantai Klotok

    0

    Denpasar, jurnalsumatra.com – Anggota DPRD Provinsi Bali Ngakan Made Samudra meminta kepada pemerintah untuk segera melakukan penanggulangan abrasi di Pantai Watu Klotok, Kabupaten Klungkung.
    “Saya mengharapkan kepada pemerintah daerah dan pusat untuk mempercepat pembangunan penanggulangan abrasi yang ada di pantai pesisir selatan, salah satunya di Pantai Watu Klotok,” kata Ngakan Made Samudra di Denpasar, Senin.
    Ia mengatakan langkah pemerintah harus segera melakukan tindak lanjut dalam mengatasi abrasi pantai yang semakin parah di Bali, khususnya di pantai bagian selatan tersebut,” kata politikus asal Nusa Penida, Klungkung.
    Menurut dia, abrasi Pantai Watu Klotok saat ini semakin parah, jalan setapak yang ada di pinggir pantai tersebut sudah rusak parah akibat gelombang pasang akhir-akhir ini.
    “Di dekat pantai tersebut juga terdapat Pura Sad Kahyangan Jagat Watu Klotok yang menjorok ke bibir pantai. Oleh karena itu pemerintah arus segera melakukan kajian dan pembangunan penanggulangan abrasi akibat gempuran gelombang laut,” ujar politikus Partai Gerindra.
    Ngakan Samudra mengatakan pemerintah harus lebih tanggap terhadap geografis Bali, karena dari pengamatan terjadinya abrasi dalam kurun waktu dua puluh tahun terakhir semakin parah.
    “Coba kita amati pemetaan pantai di Bali terus mengalami abrasi, sehingga terjadinya penyempitan di sepanjang pantai. Apalagi akibat pembangunan fasilitas atau akomodasi pariwisata, seperti hotel dan restoran kini semakin parah, aturan sepadan pantai sudah banyak dilanggar, namun mereka tidak kena sanksi tegas,” ucapnya.
    Akibat pembangunan tersebut, kata dia, juga semakin memperparah terjadinya abrasi, karena pohon-pohon penangkal abrasi di pantai justru ditebang dengan alasan memudahkan pembangunan fasilitas pariwisata.
    “Itu salah satu juga menjadi faktor memicu adanya percepatan abrasi pantai. Karena bila ada pembangunan fasilitas di pinggir pantai sampai melanggar sempadan pantai harus dilakukan tindakan tegas sesuai dengan aturan yang berlaku. Tidak ada lagi pandang bulu pemiliknya. Kalau pembangunannya melanggar aturan harus ditindak, langkah tersebut untuk menyelamatkan Bali dari abrasi,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com