• DPRD Kepri Tunda Sidang Karena Ketidakhadiran SKPD

    0

         Tanjungpinang, jurnalsumatra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau menunda sidang paripurna Laporan Pertanggungjawaban APBD 2015 karena hanya tiga dari 44 kepala satuan kerja perangkat daerah yang hadir dalam rapat tersebut.
    Kepala SKPD yang hadir dalam sidang paripurna di DPRD Kepri, Senin yakni Kadisnaker Tagor Napitupulu, Kabiro Ortal Firdaus. Datang kemudian Kadisdik Yatim Mustafa.
    “Rapat paripurna ini seharusnya dihadiri para Kepala SKPD, karena tujuannya menilai kinerja mereka,” kata anggota Komisi I DPRD Kepri Taba Iskandar menginterupsi di awal pembukaan sidang yang dipimpin Jumaga Nadeak.
    Ketidakhadiran Kepala SKPD Kepri itu juga membuat sejumlah legislator mendesak Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak menunda sidang.
    “Seharusnya, gubernur dan para kepala SKPD menganggap rapat paripurna ini merupakan agenda yang penting,” ujar anggota Fraksi Keadilan Sejahtera Suryani.
    Ia menilai aneh bila rapat paripurna tidak dihadiri pihak eksekutif, padahal mereka yang akan dinilai oleh DPRD Kepri. Rapat paripurna ini penting sehingga Kepala SKPD jangan hanya mengikuti kegiatan safari ramadhan yang dilaksanakan Gubernur Kepri Nurdin Basirun.
    “Safari ramadan perlu, tetapi Paripurna juga penting. Saya minta kepada Ibu Sekda menyampaikan hal ini kepada kepala SKPD,” tegas Suryani.

         Anggota Fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan Ruslan Kasbulatov memberi komentar lebih tajam. Ia menilai kepala SKPD lebih memilih mengikuti kegiatan Gubernur dibandingkan Paripurna agar jabatannya aman.
    “Kepala SKPD jangan jadi buntut Gubernur. Jangan angkat telor. Harus profesional,” tegur Ruslan.
    Jumaga Nadeak akhirnya menyerahkan kelanjutan sidang paripurna kepada Fraksi-fraksi. Dari seluruh fraksi, akhirnya diputuskan agar paripurna diagendakan lebih lanjut lagi.
    “Kepada kepala SKPD yang sudah meluangkan waktunya, kami ucapkan terima kasih dan kami berikan apresiasi setinggi-tingginya,” tegas Jumaga.
    Menanggapi hal ini, Sekda Kepri Reni Yusneli mengatakan bahwa pada saat yang sama, Pemprov Keprimemiliki empat agenda sehingga para kepala SKPD dibagi-bagi kehadirannya.
    “Ada safari di Lingga, acara di Batam dengan DPD. Ada yang dipanggil di Jakarta. Jadi wajar jumlah yang hadir hanya sedikit,” katanya.
    Namun demikian, kepala SKPD itu telah mewakilkan kehadirannya kepada eselon tiga.
    “Eselon tiga ini lebih mengerti. Karena mereka pejabat teknisnya. Jadi sebenarnya tidak masalah kalau dilanjutkan. Tapi kalau teman-teman di DPRD memandang lain, kami ikuti saja,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com