• Dosa Para Pemimpin Banyuasin Biarkan Jalan Lingkar Rusak Parah

    0

    jalan lingkar banyuasin jl lingkar banyuasinBANYUASIN, jurnalsumatra.com– Jalan lingkar yang menghubungkan Kelurahan Kayuara Kuning – Satrio Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin sepanjang 9 km mengalami kerusakan parah. Padahal jalan lingkar ini satu-satunya akses menuju Komplek Perkantoran Pemkab Banyuasin dan juga merupakan jalan alternatif.

    Sampai puasa memasuki hari ketiga belum ada tanda-tanda dari pihak terkait terutama Pemkab Banyuasin untuk memperbaiki jalan yang rusak parah ini.

    “Membuat hati para pengguna jalan menjadi tenang dan nyaman  terutama di bulan puasa ini apakah bukan sebuah kebaikan dan pahala. Pahalanya dilipatkan lho di bulan mulia ini,” kata Munir (35) warga Betung  saat melintas di jalan ini,Rabu (8/6) 2016.

    Kata dia, dibeberapa titik terdapat lubang dengan diameter yang cukup besar. Kondisi ini akan lebih parah lagi jika turun hujan dan malam hari. “Lubang yang tertutup air dan penerangan lampu jalan yang minim dianggap membahayakan para pengguna kendaraan,”tegasnya.

    Padahal jalan lingkar ini tambahnya, untuk memperbaikinya pada APBD 2015 sudah dianggar dengan dana 9,8 M.

    “Sepertinya, dana sebesar itu tidak berbekas dan 2016 ini sudah rusak parah lagi,”katanya sambil gelang-gelang kepala.

    Menurut Munir, jalan lingkar sebenarnya memberikan manfaat yang sangat besar bagi pengguna jalan. Selain menjadi jalan alternatif, jalan lingkar ini bisa memotong jarak yang lebih dekat.

    “Kalau melalui jalan poros akan membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama, belum lagi kemacetan yang kerap terjadi di dekat Pasar Pangkalan Balai. Tapi kalau melalui jalan lingkar, jarak tempuh akan lebih dekat dan tidak terjebak kemacetan, “jelasnya.

    Sayangnya, tandas dia Pemerintah Kabupaten Banyuasin, terkesan tidak peduli dan membiarkan jalan lingkar ini rusak parah. “Apakah tidak takut dosa, dan akan menjadi dosa siapa?. Jika pengguna jalan lingkar ini terjadi sesuatu seperti kecelakaan, dan itu bukan menjadi tanggungjawab bupati sebagai pemimpin,”katanya dengan nada tanya.

    Kalau mau dilihat, jalan yang kondisinya bagus itu hanya dari gerbang depan yang ada di Kelurahan Kayuara Kuning sampai Komplek Perkantoran. Tapi dari Simpang Lubuk Saung sampai pintu gerbang di Desa Satrio kondisinya sangat memperihatinkan alias para,”beber Munir.

    Padahal, lanjutnya pembangunan jalan lingkar ini memakan biaya yang sangat besar. “Saya tidak tahu persis angkanya, tapi proyek ini dilakukan pembangunan menggunakan dana tahun jamak, pada saat masih dijabat Amuruddin Inoed sebagai bupatinya dan kini dijabat oleh anaknya Yan Anon Ferdian,”tuturnya.

    Munir  berharap, pemerintah segera memperbaiki jalan lingkar yang rusak parah ini.”Sayang kalau dibiarkan hancur, karena membangunnya pakai uang negara bukan uang pribadi. “Mudah – mudahan keluhan warga ini  didengar para petinggi Banyuasin yang tidak diam saja. Jangan seperti sindiran Allah dalam ayatnya Shummum bukmun umyun fahun layarjiun,”jelasnya.

    Dia yakin dan percaya pemimpin Banyuasin masih punya hati nurani dan masih takut dengan sindiran Allah melalui ayat Quran Shummum bukmun umyun fahun layarjiun ini.(mereka yang Tuli, Bisu dan Buta)

    “Jika di bulan puasa jalan lingkar ini  diperbaiki dan membuat para pengguna jalan merasa senang dan nyaman lalu berdoa buat kebaikan sang pemimpin,siapa yang menuai kebaikannya, kalau bukan pemimpin itu sendiri,”paparnya.

    Kepala Dinas PU Bina Marga Banyuasin H Abi Hasan ketika dikonfirmasi, Rabu (8/6) 2016 tidak berada di tempat, ada di Pulau Harapan Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin  mempersiapkan kedatangan menteri pertanian, meskipin leding sektornya Dinas Perkebunan dan Kehutanan Banyuasin.”Pak Abi lagi mempersiapkan kedatangan Menteri Pertanian RI di Pulau Harapan, melakukan penanaman jagung tumpang sari dengan karet, Kamis (9/6) 2016 “kata seorang stafnya. (Lubis)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com