• Distanak Penajam Jamin Daging Bererdar Bebas Penyakit

    0

         Penajam, jurnalsumatra.com – Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, meningkatkan pengawasan untuk menjamin peredaran daging sapi dan unggas di pasar tradisional daerah setempat bebas penyakit serta tidak ada daging gelonggongan.
    Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Penajam Paser Utara, Joko Dwi Fetrianto, saat dihubungi di  Penajam, Sabtu mengatakan petugas terus melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap peredaran daging  di pasar-pasar trdaisional selama Ramadhan hingga lebaran.
    Pengawasan dan pemantauan dilakukan mulai dari rumah ptong hewan di Girimukti dan tempat pemotongan hewan milik masyarakat hingga ke pedagang daging di pasar-pasar tradisional.
    Menurut Joko Dwi Fterianto, instansinya melakukan beberapa tahap pengawasan daging sapi dan unggas, sebelum dipasarkan di pasar tradisional, mulai dari pemeriksaan sebelum pemotongan.
    Dokter hewan melakukan pengecekan terhadap kesehatan hewan ternaj yang akan dipotiong di RPH Girimukti dan TPH milik masyarakat untuk memastikan semuanya aman dari penyakit.

         “Melalui tahapan pemngawasan itu, kami menjamin daging sapi dan unggas yang dipotong di RPH maupun TPH yang dijual di pasar tradisional bebas penyakit,” kata Joko Dwi Fetrianto.
    Selain melakukan pengawasan, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Penajam Paser Utara juga menurunkan tim kesehatan masyarakat veteriner untuk melakukan pengawasan daging sapi dan unggas di pasar tradisional.
    Pengawasan oleh tim Kesmavet tersebut untuk mengantisipasi adanya daging gelonggongan maupun daging campuran beredar di pasar-pasar tradisional di wilayah Penajam Paser Utara.
    Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Penajam Paser Utara lanjut Joko Dwi Fetrianto, juga melakukan tes spesies terhadap sampel daging yang dibawa dari pasar tradisional.
    “Sampai saat ini tidak ditemukan daging gelonggongan dan daging campuran dipasaran,” ujarnya.
    “Pedagang akan kena sanksi kalau menjual daging gelonggongan dan daging campuran,” tambah Joko Dwi Fetrianto.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com