• Dishut Sosialisasikan Antisipasi Kebakaran Pada Perusahaan Perkebunan

    0

        Musirawas, jurnalsumatra.com – Dinas Kehutanan Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, mensosialisasikan antisipasi kebakaran hutan dan lahan menjelang musim kemarau mendatang kepada seluruh perusahaan perkebunan di wilayah itu, sehingga bebas dari kabut asap.
    Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Musirawas, EC Priskodesi kepada wartawan, Jumat mengatakan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan itu para perusahaan di wajibkan memasang canal blok dan sekat bakar.
    Ia menjelaskan, bagi perusahaan yang berada di lahan gambut disarankan memasang lokasi penampung air (Embung), sehingga bila terjadi kebakaran bisa menjadi sumber air untuk pelaksanaan pemadaman.
    Sedangkan areal perkebunan tidak di lahan gambut diwajibkan memasang sekat bakar pada lokasi rawan kebakaran, bila memungkinkan juga disarankan membuat canal penampungan sumber air untuk pelaksanaan pemadaman.
    Dengan adanya pemasangan canal blok dan sekat bakar itu sangat bermanfaat, terutama mencegah terjadinya kebakaran di lahan gambut yang sulit untuk dipadamkan selama ini.
    Di Kabupaten Musirawas hanya ada satu perusahaan yang berada di lahan gambut, yaitu PT Paramita Mulia Langgeng berada di wilayah Kecamatan Megang Sakti sangat dekat dengan pemukiman dan areal kebun serta sawah masyarakat.

        Namun perusahaan perkebunan lainnya juga sangat berpotensi terjadi kebakaran bila musim kemarau tiba, dengan kondisi tersebut pihaknya akan melakukan pembinaan dan sosialisasi ke masing-masing perusahaan untuk merealisasikan pemasangan kanalisasi.
    “Saat ini kita terus melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada semua perusahaan perkebunan yang belum melakukan pemasangan sekat bakar dan canal blok agar dapat direalisasikan,” ujarnya.
    Kepala Bidang Intag Dishut Musirawas, Risman Sudarisman mengatakan kepala dinas dalam sosialisasi akan memberikan tindak tegas bagi perusahaan yang tidak merealisasikan instruksi tersebut karena langsung dari Presiden.
    Untuk sanksi perusahaan yang tidak mematuhi kewajibannya akan diberikan surat teguran serta sanksi keras sekalipun baik pembekuan maupun pencabutan izin operasional.
    Dengan demikian seluruh perusahaan perkebunan dan masyarakat diimbau agar lebih peka dan bahu membahu serta kerja keras dalam mencegah dan menanggulangi terjadi kebakaran hutan dan lahan.
    Bagi pembukaan lahan baru juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran, karena kebiasaan yang sudah menjadi tradisi masyarakat itu harus dihilangkan untuk mencegah terjadi kebakaran secara meluas dan menimbulkan kabut asap.
    “Kita targetkan mulai tahun 2016 wilayah kabupaten Musirawas bebas kabut asap, untuk mewujudkan itu semua harus ada kerja sama antara masyarakat dan aparatur pemerintahan desa dan kecamatan untuk melakukan antisipasi dini,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com