• Dishub Janji Parkir Diluar Ketentuan Ditindak

    0

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Kendati hari raya Idul Fitri masih 3 pekan lagi, namun para juru parkir nakal mulai berani mempermainkan tarif parkir. Terlebih di pusat keramaian seperti pasar 16 dan BKB. Akibatnya, masyarakat yang hendak berbelanja mulai resah karena tarif yang lumayan besar untuk 1 kendaraan ini.

    Salah satu warga Sako, Intan Nuraini mengatakan, ia harus merogoh kocek Rp 5 ribu untuk satu kali parkir motor tak jauh dari pintu masuk gesung pasar 16. Ia pun terpaksa membayar Rp 5 ribu jika ingin parkir tepat di depan gesung pasar. Karena apabila ingin tarif murah, harus parkir jauh. “Kata tukang parkirnya itu memang tarifnya. Karena saat puasa seperti ini pasar ramai dan lahan parkir sangat sempit,” ujarnya

    Tak hanya itu, untuk mobil juga para juru parkir nakal ini menarik tarif tinggi, yakni sampai menyentuh angka Rp 10 ribu. “Biasanya biaya parkir mahal saat mau lebaran.  mau bagaimana lagi, soalnya kita cuma mau ambil aman. Itu saja sudah untung bisa dapat tempat parkir di lahan padat seperti pasar 16 itu,” ujar Harun, salah satu pengendara mobil.

    Terkait tarif parkir ini, Dinas Perhubungan (Dishub) kota Palembang melakukan rapat terkait sosialisasi mengenai perparkiran kepada masyarkat dan juru parkir. Hasilnya, beberapa wilayah khususnya 7 kantong parkir akan ditertibkan. “Selain aturan mengenai parkir harus sesuai dengan badan jalan, lalu tarifnya harus sesuai dengan Perda. Mengantisipasi juru parkir nakal ini, ketujuh titik tersebut trutama di wilayah BKB dan Ampera akan dibuat pos terpadu,” ujar kepala Dishub Palembang, Sulaiman Amin.

    Ia tidak membenarkan jika tarif parkir mencapai Rp 5 ribu dan Rp 10 ribu. Menurutnya tidak ada alasan mau menjelang lebaran atau apapun, tarif parkir tidak berubah. “Sesuai Perda, terkait retribusi umum tarif roda 2 yakni Rp 1.000, sedangkan untuk roda 4 tarifnya Rp 2.000. Kita ingin agar masyarakat dan juru parkir paham akan retribusi ini,” tegasnya.

    Selanjutnya, ketujuh kantung parkir yang akan diawasi oleh petugas yakni Taman Nusa I dah, BKB, Pasar 16, Sayangan, Kol Atmo, Berigin Janggut dan Dempo. “Beberapa tempat ini sudah kita kaji, dan memang ada tarif yang melebihi ketentuan Perda. Maka itu akan kita bentuk tim terpadu melalui dishub, polresta dan jajaran lain termsuk Pol PP dan aparat keamanan untuk memonitor kawasan tersebut,” jelasnya.

    Pihaknya juga mengimbau masyarakat, agar dapat melapor jika ada juru parkir yang memaksa meminta tarif yang sudah ditentukan. Karena bisa terindikasi pemerasan. Maka itu pihaknya akan melakukan tindakan terhadap jukir yang menaikan tarif. “Untuk itu kita siap menerima laporan masyarakat di pos pelayanan terpadu ini. Jangan sungkan melapor jika merasa dirugikan,” ungkapnya.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com