• Dinas: Pesimistis Tekan Harga Daging Sapi Lokal

    0

        Bekasi, jurnalsumatra.com – Dinas Perekonomian Rakyat Kota Bekasi, Jawa Barat, merasa pesimistis mampu menekan harga jual daging sapi lokal kepada konsumen di wilayahnya hingga menembus harga Rp85 ribu per kilogram.
    “Karena dari hitung-hitungan bisnis pengusahanya saja sudah jauh antara modal yang dikeluarkan dengan keuntungan usahanya,” kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispera Kota Bekasi Edi Kadarusman di Bekasi, Selasa.
    Ia mengatakan harga untuk sapi hidup jenis peranakan Bali dibeli oleh pengusaha seharga rata-rata seharga Rp13,9 juta per ekor dengan bobot 300 kilogram.
    Sapi tersebut dibawa ke rumah potong hewan untuk produksi daging segar.

        “Biasanya kalau sudah hasil pemotongan, daging karkas yang tersisa hanya setengahnya dari bobot 300 kg, setengahnya lagi merupakan jeroan, kepala, kaki, kulit dan lainnya,” katanya.
    Daging karkas di tingkatan RPH, kata dia, dibaderol seharga Rp93 ribu per kilogram di luar biaya pemotongan dan distribusi ke sejumlah pedagang.
    “Untuk itu, pengusaha masih perlu menaikkan keuntungan usahanya minimal 10 persen dari harga karkas,” katanya.
    Edi mengatakan bahwa persoalan itu yang kemudian mengakibatkan harga daging sapi segar lokal di pasaran saat ini tembus hingga Rp115 irbu hingga Rp120 ribu per kilogram.
    Saat ini, kata dia, ada pula harga daging sapi yang mencapai Rp85 ribu per kilogram di sejumlah ritel. Namun, daging tersebut merupakan jenis impor yang dibekukan.
    “Kenapa daging impor bisa lebih murah karena produksinya sudah modern menggunakan mesin, sementara daging lokal masih banyak menggunakan tenaga manusia,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com