• Diduga, Limbah PT SSS Mas Cemari Lahan Warga

    0
    Diduga, Limbah PT SSS Mas Cemari Lahan Warga

    Diduga, Limbah PT SSS Mas Cemari Lahan Warga

    Muaraenim, jurnalsumatra.com – Diduga telah  menyebabkan pencemaran dan rusaknya lahan,tanam tumbuh juga karet milik Ersonedi (53) warga Desa Lecah Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten Muaraenim, didampingi kuasa hukumnya Ersonedi, melaporkan Direktur dan manager Pabrik crude palm oli PT Serasan Sekundang Sawit Mas (SSS Mas) ke Polres Muaraenim Sumatera Selatan, dengan surat tanda terima laporan polisi nomor : STTLP/237/VI/2016/SUMSEL/POLRES MUARAENIM, rabu(15/6/2016).

    Dituturkan Ersonedi ” sejak berdirinya PT Serasan Sekundang Sawit Mas, pabrik yang memprodukdi cpo tepat di sekitar lahan karet dan lahan tanam tumbuhnya mengalami kerusakan.

    “Pohon karet saya banyak yang mati, karena tergenang oleh air yang dibuang dari saluran air pabrik tersebut. Tak hanya itu lahan dan tanam tumbuh yang ada di atas hamparan seluas 4 hektrar miliknya banyak yang terkubur oleh tanah merah dari lokasi lahan pabrik yang menyebar ke lahan milik saya, ” kata Ersonedi lagi.

    “Dengan kejadian, pihak perusahaan tidak ada sama sekali itikad baik kepada saya. Kesabaran saya sebagai manusia juga ada batasnya,ini lahan,tanah tanam tumbuh serta karet milik saya. Atas kejadian ini saya menuntut ganti rugi,akibat dari dampak yang di akibatkan oleh pabrik PT Serasan Sekundang Sawit Mas ” tegas Ersonedi.

    Herry Kurniawan SH selaku kuasa hukum Ersonedi menambahkan ” bahwa klien sudah sangat terbuka kepada pihak perusahaan untuk menyelesaikan persoalan ini,secara baik-baik, ” jelas Herry

    “Namun keluhan klien saya Ersonedi justru pada pihak PT Serasan Sekundang Sawit Mas,diabaikan. Awal kita sudah layang surat permintaan ganti rugi terkait persoalan ini ke saudara Iwan selaku manager pabrik juga ke Direktur Pabrik saudara Andi Wijaya, namun tetap diabaikan, ” lanjut Herry

    Secara tegas klien saya telah melaporkan kasus ini,untuk ditindak lanjuti secara hukum,dan PT Serasan Sekundang Sawit Mas kita tuntut dengan UU No 32 tahun 2009 Lingkungan Hidup, ” ujar Herry.

    “Menyikapi kondisi ini,mendapat sorotan keras dari Faizal Anwar Anggota Komisi 1 DPRD Muaraenim”mengatakan dengan tegas jika masih ada perusahaan atau pelaku usaha yang mengabaikan undang-undang Lingkungan hidup,ini adalah bentuk suatu kejahatan.

    “Apalagi di Kabupaten Muaraenim,ada peraturan daerah yang mengatur hal ini. Jika memang perusahaan atau pelaku usaha mengabaikan UU lingkungan hidup,kita tidak hanya akan memanggil pengusaha tersebut,tetapi akan lebih keras lagi akan memberikan sanksi pada perusahaan tersebut.

    Apalagi untuk perusahaan pengolahan sawit atau pabrik sawit,wajib memperhatikan UU lingkungan hidup,khususnya diwilayah ring satu perusahaan. DPRD Muaraenim akan segera memanggil perusahaan cpo yang mengabaikan UU lingkungan hidup, ” tutupnya.

    Terpisah Kapolres Muaraenim AKBP Hendra Gunawan saat dikonfirmasi via sms terkait laporan ini”mengatakan akan melihat laporan tersebut, ” terangnya. (Cacon)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com