• Delegasi Tuna Rungu Indonesia Hadiri Pertemuan PBB

    0

        Jakarta, jurnalsumatra.com – Sebanyak 18 orang pemuda-pemudi tuna rungu dari Indonesia menghadiri pertemuan PBB mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas, seperti disampaikan dalam keterangan pers dari Perwakilan Tetap RI (PTRI) di New York, yang diterima di Jakarta, Senin.
    Pemuda-pemudi tuna rungu dari Indonesia tersebut merupakan peserta program pertukaran budaya antara Indonesia dan Amerika Serikat.
    Pertemuan “Conference of States Parties to the Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD)” itu diselenggarakan di Markas Besar PBB, New York.
    Di sela-sela penyelenggaraan CRPD delegasi tuna rungu Indonesia diterima oleh Wakil Tetap RI untuk PBB Duta Besar Dian Triansyah Djani, di kantor PTRI untuk PBB di New York.
    Kepada Duta Besar Djani, delegasi tuna rungu Indonesia bercerita mengenai sejumlah tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, seperti diskriminasi dalam lapangan pekerjaan, kurang memadainya fasilitas pendidikan tinggi di Indonesia untuk menunjang pendidikan siswa-siswi tuna rungu, dan stigma masyarakat terhadap penyandang disabilitas.
    Menanggapi hal itu, Dubes Djani menyampaikan bahwa dia menyadari betul mengenai banyak hal yang masih perlu diperbaiki sehubungan dengan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di Indonesia.
    Untuk itu, kata dia, setiap anggota masyarakat Indonesia perlu ikut serta memperjuangkan pemenuhan hak-hak penyandang abilitas di lingkungan terdekat.
    “Di lingkungan PTRI New York sendiri, misalnya, kami memastikan agar gedung perwakilan dapat diakses dengan mudah oleh penyandang disabilitas,” tutur Duta Besar Djani.

        “Di PBB sendiri, Pemerintah RI senantiasa memperjuangkan komitmen bersama untuk mendukung perluasan kesempatan dan akses pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan bagi para penyandang disabilitas,” lanjut dia.
    Dalam program yang berlangsung selama dua minggu sejak 11 Juni 2016, para anggota delegasi tuna rungu Indonesia sempat bertemu dengan Penasihat Presiden Barack Obama yang menangani isu-isu disabilitas di Gedung Putih, Washington D.C.
    “Para pemuda-pemudi tuna rungu Indonesia yang terpilih sebagai anggota delegasi ‘USA-Indonesia Deaf Youth Leaders Cultural Exchange’ adalah pemuda-pemudi yang brilian, pekerja keras, penuh motivasi dan penuh dengan cita-cita untuk menjadi independen dan profesional,” kata Dr. Asiah Mason, yang ikut mendampingi delegasi.
    Dia adalah Presiden dari Dr. Mason Global, salah satu institusi terdepan di Amerika Serikat dalam perjuangan hak-hak penyandang disabilitas.
    “Mereka ingin turut berkontribusi positif di dalam masyarakat sebagai dokter, pengacara, politisi, atlit, aktor, dan CEO. Mereka hanya butuh kesempatan yang sama dengan masyarakat Indonesia lainnya,” ujar Mason.
    Indonesia telah meratifikasi Konvensi Hak-hak Penyandang Disabilitas (Convention on the Rights of Persons with Disabilities) pada 18 Oktober 2011 melalui Undang-undang No.19 Tahun 2011.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com