• Cegah Eksploitasi, Panti Diminta Perpanjang izin

    0

    panti-sosial-tresna-werdha-teratai-palembangPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang meminta kepada seluruh pengelola panti asuhan yang ada di Kota Palembang untuk memperpanjang izin operasional, dengan izin ini dapat melakukan kontrol kepada seluruh anak-anak sehingga tidak terjadi eksploitasi. Jika tidak, sanksi berat akan dikenakan.

    Kepala Dinsos Kota Palembang Faizal AR menyebutkan, sejak tahun 2014 pihaknya sudah menertibkan panti-panti bodong. Tercatat dari 200 panti asuhan yang dikelola masyarakat, kini sudah menyusut menjadi 86 unit panti swasta. Alasan utama karena nakalnya pengelola panti yang bahkan kedapatan mengeksploitasi anak.

    ”Pembinaan anak-anak yatim piatu bukan hanya tugas pemerintah, masyarakat yang mampu boleh mendirikan panti asuhan asalkan memenuhi aturan. Jika tidak, bisa kami cabut izin operasionalnya,”Kata Faizal usai menghadiri Festival Panti Asuhan yang digelar Patani Sumsel di Palembang Indah Mal, Jumat (24/6).

    Adapun syarat yang harus dipenuhi antara lain kejelasan lokasi panti asuhan, jika bangunannya memang sewa harus jelas sistem sewa dan alamatnya. Selanjutnya, bagi pengelola panti harus berpendidikan minimal SMA dengan pendapatan yang jelas. Adapun bagi anak-anak yang diasuh minimal sebanyak 15 orang.

    Diungkapkannya, pernah ada panti asuhan abal-abal yang sampai diproses ke meja hukum. Lantaran kedapatan hanya memiliki dua anak asuh dan terbukti mengeksploitasinya ke jalanan. Tidak sedikit juga

    yang mendirikan panti asuhan hanya untuk mendapatkan dana segar bantuan pemerintah.”Anak panti tidak boleh dieksploitasi,  untuk mengontrol hal ini kami minta setiap pengelola panti memperbaiki izin tahunannya,”jelasnya.

    Untuk anak-anak jalanan (anjal), dipastikannya sudah berkurang. Sebab, pihaknya rutin melaksanakan patroli dari pagi hingga malam hari di titik-titik persimpangan. Apabila anjal terjaring dalam patrol tersebut tentu akan disalurkan ke tempat-tempat semestinya.

    Disebutkannya, selain panti asuhan yang dikelola masyarakat (swasta), di Palembang juga ada lima panti yang dibawahi pemkot palembang. Antara lain PGOT yang kini berpenghuni sebanyak 300 orang, panti rehabilitasi anak nusantara (PRAN) dengan 35 anak, panti jompo 80 orang, panti anak perempuan (PSBAR) 27 anak, dan panti tunanetra dengan 40 orang.

    Sementara itu, Kakanwil Pandu Tani Indonesia (Patani) Sumsel Misliha mengatakan, acara festival panti asuhan sudah digelar sejak tahun 1992. Menurutnya kegiatan ini sangat mulia karena bertujuan menghibur anak-anak yang tinggal di panti asuhan, sekaligus ajang silaturahmi diantara mereka. “Ini termasuk program sosial patani. Kita gelar di mal tahun ini agar anak-anak panti juga bisa merasakan kegembiraan ditempat bahagia,”ucap dia dalam pidato pembukaan festival, kemarin.

    Festival Panti Asuhan diikuti ratusan anak dari berbagai panti. Mereka antusias berlomba dan bergembira, seperti lomba beduk, busana muslim, puisi dan dakwah. Yang dihadiri oleh petinggi DPP Patani dan DPP.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com