• Camat Samarinda Pertahankan Pepohonan Di Hulu SKM

    0

         Samarinda, jurnalsumatra.com – Sejumlah camat di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, siap mempertahankan keberadaan pepohonan yang berjejer sekitar 1 kilometer di bagian hulu Sungai Karang Mumus dengan melakukan pendekatan kepada warga setempat agar tidak melakukan penebangan.
    “Alhamdulillah, setelah kami menemui dua camat yang wilayahnya dilalui bagian hulu SKM (Sungai Karang Mumus), mereka sangat mendukung untuk melindungi sejumlah pohon yang berfungsi sebagai ‘kanopi’,” ujar Wakil Ketua Tim Penggerak PKK (Koordinator Pokja IV) Kota Samarinda Naniek Harjanie di Samarinda, Kamis.
    Kedua camat yang sudah berkomitmen menyelamatkan pohon di SKM itu, masing-masing Camat Samarinda Utara Syamsu Alam dan Camat Sungai Pinang Muhammad Fahmi.
    Menurut Naniek, keberadaan pohon di hulum SKM harus dipertahankan, karena jika dibiarkan, dalam beberapa tahun ke depan bisa jadi pohon-pohon rindang itu akan musnah akibat ditebang warga, baik untuk perkebunan maupun permukiman.

         Dari hasil dialog dengan dua camat tersebut, ada rencana melakukan penanaman pohon di bantaran hulu SKM yang saat ini belum ada penghijauan, sehingga belasan kilometer kawasan hulu yang hingga kini belum ada pemukiman penduduk bisa diselamatkan.
    Bahkan, lanjut istri Plh Sekkota Samarinda Hermanto itu, pihaknya bersama camat dan beberapa anggota komunitas Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS-SKM) akan menyusuri hulu SKM menggunakan perahu pada Sabtu (4/6), untuk melihat kondisi sungai sekaligus pemetaan program penyelamatan lingkungan.
    Sementara itu, Camat Sungai Pinang Muhammad Fahmi mengatakan untuk melindungi pepohonan di hulu SKM, pihaknya segera membuat surat edaran kepada warga di sekitar kawasan itu terkait larangan menebang pohon.
    Ia juga akan mengajak sejumlah lurah yang wilayahnya dilintasi SKM untuk melakukan penghijauan.
    Saat ini, di bagian hulu sungai di Kota Samarinda itu masih bisa dikembangkan sebagai wisata air, karena ada beberapa kilometer yang kondisinya masih alami dan rindang. Sedangkan di bagian hilir akan ditata secara perlahan, mengingat pemukiman warga sudah padat.
    “Kalau keinginan saya, di kawasan hulu yang masih berkanopi itu akan diusahakan aliran listrik, sehingga pohon-pohon rindang itu bisa dipasangi lampu warna-warni. Jadi, meskipun malam masih bisa sebagai wisata. Ini tentu sangat menarik untuk ekowisata, khususnya wisata sungai,” kata Fahmi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com