• BMKG: Tinggi Gelombang Selatan Jateng-DIY 6 Meter

    0

         Cilacap,jurnalsumatra.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap memprakirakan tinggi gelombang di laut selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 4-6 meter pada Rabu malam hingga Kamis pagi.
    “Oleh karena itu, kami mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku mulai nanti malam pukul 19.00 WIB, hingga Kamis (9/6) pukul 07.00 WIB,” kata Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Jateng, Rabu.
    Menurut dia, peringatan dini  tersebut dikeluarkan karena tinggi gelombang 4-6 meter tidak hanya berpeluang di Samudra Hindia selatan Jateng-DIY tetapi juga di wilayah pantai selatan Jateng-DIY.
    Dia mengimbau nelayan tradisional berperahu kecil untuk meningkatkan kewaspadaan karena tinggi gelombang 4-6 meter dapat terjadi sewaktu-waktu.

         “Wisatawan diimbau tidak berenang terutama di wilayah pantai yang terhubung langsung dengan laut lepas karena gelombang tinggi dapat terjadi sewaktu-waktu,” katanya.
    Lebih lanjut, Teguh mengatakan gelombang tinggi tersebut terjadi akibat pengaruh daerah pusat tekanan rendah (low pressure) di Samudra Hindia barat daya Sumatra dengan tekanan udara di pusatnya mencapai 1.010 milibar atau masih stasioner dalam beberapa hari terakhir.
    Menurut dia, daerah pusat tekanan rendah tersebut juga berdampak pada cuaca di Pulau Jawa khususnya Jateng bagian selatan dan Jawa Timur sehingga terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah pada Selasa (7/6) malam hingga Rabu (8/6) pagi.
    Selain itu, kata dia, terjadinya gelombang tinggi juga dipengaruhi oleh alun atau gelombang yang memanjang dari Samudra Hindia barat Australia hingga perairan selatan Jateng-DIY.
    Kendati hujan diprakirakan masih berpeluang terjadi hingga pertengahan bulan Juni, dia pengaruh daerah pusat tekanan rendah terhadap kondisi cuaca cenderung berkurang karena “low pressure” itu sudah melemah.
    “Sebagian wilayah Jateng bagian selatan diprakirakan akan memasuki awal musim kemarau pada pertengahan bulan Juni,” tambahnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com