• Australia Minta Peningkatan Keamanan Olimpiade Setelah Atletnya Dirampok

    0

      Sydney, jurnalsumatra.com – Komite Olimpiade Australia meminta pihak berwenang di Rio de Janeiro segera meningkatkan keamanan di kota penyelenggara Olimpiade 2016 itu, setelah seorang atlet dan ofisial Paralympic dari negara kangguru itu dirampok dengan todongan senjata api saat latihan.
    Kedua kontingen Olimpiade Australia Kitty Chiller mengatakan, insiden tersebut merupakan peringatan dini dan ia sudah menyurati panitia Olimpiade dan wali kota Rio de Janeiro untuk mengambil tindakan.
    “Kami meminta level keamanan, yang berjumlah sekitar 100.000 personel, perlu dibahas dan juga meminta agar mereka dikerahkan lebih awal menjelang Olimpiade, khususnya di sekitar arena,” katanya di Sydney, Selasa.
    “Kami ingin semua kontingen kami yang ke Rio untuk Olimpiade aman,” katanya.
    Atlet layar Paralympic Australia Liest Tesch dan fisioterapisnya Sarah Ross mengatakan bahwa mereka dirampok oleh dua pria yang membawa pistol, saat bersepeda di taman dekat hotel tempat mereka menginap di Flemengo Beach.
    Tesch, peraih emas layar Paralympic Games London yang juga atlet bola basket kursi roda, mengatakan bahwa perampok itu menodongkan pistolnya dan mendorongnya hingga jatuh. Sepedanya dibawa kabur perampok itu.
    “Situasinya sangat mengerikan, kami terguncang, tapi secara fisik kami tidak apa-apa hari ini,” katanya.

      Chiller mengatakan bahwa insiden tersebut “sangat mengganggu dan mencemaskan”, karena kejadiannya di siang hari dan dekat dengan arena latihan.
    Komite Olimpiade Australia, kata Chiller, akan menyewa agen keamanan pribadi selama di Rio, dan kemungkinan akan memperluas larangan bagi para atletnya untuk mengunjungi kawasan kumuh (favelas) dan beberapa lokasi lainnya.
    Panitia Olimpiade merencanakan mengerahkan 85.000 personel keamanan selama event itu berlangsung, atau dua kali lipat dari London 2012.
    “Tampaknya 100.000 cukup. Itu jauh lebih banyak ketimbang di London, dan menurut saya kami perlu memastikan semua pertandingan dan arena latihan kondisinya aman.
    “Jika kami membawa 750 orang dalam kontingen, kami ingin 750 orang itu kembali dengan selamat,” tambahnya.
    Masalah keamanan hanya salah satu kecemasan yang dihadapi Rio de Janeiro, yang Jumat lalu menyatakan bahwa negara bagian itu dalam kondisi darurat keuangan yang diperlukan untuk kewajiban memberi fasilitas publik selama Olimpiade.
    Masalah finansial mengakibatkan dipotongnya anggota keamanan hingga 30 persen, padahal kasus pembunuhan dan penganiaan di Rio bulan-bulan terakhir ini meningkat.
    Olimpiade pertama di Amerika Selatan itu akan berlangsung 5-21 Agustus, disusul dengan Paralympic Games pada 7-18 Septeber 2016.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com