• Atlet NPC Sumut Matangkan Persiapan Hadapi Peparnas

    0

          Medan, jurnalsumatra.com – Atlet-atlet National Paralympic Committee (NPC) Sumatera Utara terus latihan intensif meski sedang berpuasa, dalam upaya memaksimalkan persiapan menghadapi Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XV/2016 di Jawa Barat.
    Ketua NPC Sumut, Alan Sastra Ginting, Kamis mengatakan untuk seluruh cabang olahraga yang mengikuti Peparnas tahun ini sudah menggelar Pelatda penuh sejak seleksi atlet awal Mei 2016.
    “Meskipun memasuki bulan puasa, seluruh atlet tetap latihan sesuai dengan instruksi pelatih. Ini kita lakukan selain untuk meningkatkan intensitas latihan mereka, juga bentuk keseriusan kita meraih prestasi di Peparnas tahun ini,” katanya.
    Sementara, terkait pengumuman atlet yang dipastikan berangkat ke Peparnas Jawa Barat, diakui Alan paling lambat awal Juli mendatang seluruh pelatih diharuskan menyerahkan nama-nama atlet kepada pengurus dan selanjutnya didaftarkan ke PB Peparnas pada 15 Juli.
    “Tanggal 5 Juli pendaftaran entry by name sudah dibuka oleh PB Peparnas. Jadi, saya imbau kepada seluruh atlet paling lambat awal Juli sudah harus menyerahkan data-data pribadi,” katanya.

         Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh atlet, meskipun dengan keterbatasan dana mereka tetap berlatih maksimal.
    “Meskipun dengan keterbatasan anggaran, mereka tetap mengerti dan tetap semangat berlatih. Intinya mereka ingin berbuat terbaik untuk prestasi NPC Sumut di Jawa Barat nanti,” katanya.
    Pelatda yang digelar NPC Sumut diikuti delapan cabang olahraga yakni, atletik, angkat berat, tenis meja, renang, catur, goal ball, judo dan bulutangkis.
    Keseluruhan atlet yang ikut pelatda penuh total 90 orang lebih.
    Dengan anggaran yang terbatas, dirinya hanya akan membawa atlet yang benar-benar berpeluang meraih medali di Peparnas.
    Sementara pelatih atletik NPC Sumut, Joseph Lumy didampingi Sinung Nugroho mengatakan, walaupun sejumlah atletnya berpuasa, mereka tetap diharuskan menjalani program latihan selama bulan Ramadan, meskipun porsi waktu latihan dikurangi.
    Hal itu tentu untuk menjaga kebugaran tubuh tetap fit dan fisik tidak menurun setelah puasa.     “Program latihan kita sesuaikan dengan kondisi atlet. Tapi kita tetap latihan 5 hari seminggu atau sepuluh kali pertemuan. Istirahat hanya Kamis dan Minggu,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com