• Atambua Strategis Untuk Pusat Festival Budaya

    0

    Kupang, jurnalsumatra.com – Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu menilai Kota Atambua, ibukota Kabupaten Belu sangat strategis untuk dijadikan pusat festival budaya.
    “Kota Atambua sangat strategis untuk festival budaya karena  berbatasan langsung dengan negara Timor Leste, masyarakat kedua wilayah tersebut memiliki hubungan budaya yang erat,” katanya di Kupang, Jumat.
    Ia mengapresiasi Bupati Kabupaten Belu Willybrodus Lay yang mencanangkan Kota Atambua sebagai pusat kota festival di NTT.
    “Hubungan budaya antara Belu-Timor Leste juga dilihat sebagai potensi yang bisa mendatangkan keuntungan ekonomi melalui iven atau festival, ini langkah yang inovatif,” katanya.
    Sejalan dengan itu antropolog budaya dari Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang Gregorius Neon Basu SVD, PhD, menyambut baik niat mengadakan festival budaya untuk mempertemukan masyarakat Belu dan Timor Leste yang memiliki kesamaan budaya.
    “Atambua sangat cocok jika didorong untuk kegiatan festival budaya karena dari segi kultur masyarakat Timor Leste memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan masyarakat Belu,” katanya.
    Ia menambahkan bahkan tidak hanya dengan masyarakat Belu,  hubungan budaya yang erat juga dengan masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, sampai Kupang.
    “Suku-suku di sekitar wilayah perbatasan juga merupakan suku kerabat, jadi kalau ada acara di rumah adat di Timor Barat (Belu), maka masyarakat adat dari Timor Leste juga datang, demikian juga sebaliknya,” katanya.
    Menurut dosen Unwira itu, festival budaya akan mempersatukan masyarakat adat kedua wilayah yang berbeda secara hukum negara tersebut.
    “Bukan untuk mengintegrasikan namun lebih tepatnya reunifikasi atau menyatukan kembali ke dua masyarakat adat tersebut,” katanya.
    Marius Ardus Jelamu menambahkan bahwa festival budaya sangat potensial untuk menarik wisatawan domestik dan asing.
    “Orang-orang akan melihat keunikan dari festival budaya, mereka akan berdatangan ke Belu sehingga secara perlaha tetapi pasti menumbuhkan ekonomi masyarakat di sana,” katanya.
    Ia menyarankan, pemerintah Belu tidak segan-segan melakukan promosi potensi sumber daya, dan mengadakan iven-iven besar untuk menarik animo masyarakat berbagai daerah.
    “Aspek strategisnya tidak hanya untuk melestarikan budaya ke dua masyarakat budaya, namun juga potensial untuk mendorong perkembangan ekonomi masyarakat,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com