• APBD Sumsel Tak Capai Target

    0
    APBD Sumsel Tak Capai Target

    APBD Sumsel Tak Capai Target

    Palembang, Jurnalsumatra.com- Tidak terwujudnya target Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumsel tahun 2015 dinilai wajar oleh ketua DPRD Sumsel, Giri Ramanda NK. Menururnya, harga komoditi utama Sumsel yang menurun membuat daya beli masyarakat melemah.

    “Wajar, Sawit dan Karet sebagai komoditi utama Sumssl harganya menurun, sehingga berpengaruh pada kemampuan daya beli masyarakat terhadap kendaraan,” kata Giri usai paripurna XVII DPRD Sumsel penyampaian rancangan Perda tentang peryanggungjawaban pelaksaan anggaran APBD Sumsel 2015, Senin (13/6).

    Politisi PDI Perjuangan ini bahkan memprediksi tahun ini juga masih mengalami hal yang sama terhadap capaian target APBD mengingat harga komoditi belum stabil. “Tahun ini juga sama, meskipun sudah naik tapi tidak signifikan dan butuh waktu untuk meningkatkan daya beli masyarakat,” tuturnya.

    Diketahui, realisasi APBD pemerintah Sumsel tahun 2015 tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Dimana untuk tahun 2015 capaian hanya sebesar Rp6,009 Triliun dari target sebesar Rp6,923. “Atau hanya terealisasi 86,80 persen dari target,” kata Wakil Gubernur Sumsel, Ishak Mekki.

    Politisi Demokrat ini menjelaskan, pengurangan target dana perimbangan dan penundaan transfer dana perimbangan menjadi penyebab tidak mencapai target. Pasalnya, perlu banyak perubahan yang dilakukan untuk menutupi belanja yang telah direncanakan pada tahun 2015 lalu. “Selaian itu, kondisi perekonomian nasional yang kita alami berdampak pada perekonomian di Sumsel,” sebut Ishak.

    Ishak menyebutkan, penurunan APBD tertuang dalam realiasasi pendapatan yang hanya mencapai Rp 5,990 T atau hanya 87,02 persen dari target 6,884 T. “Penyebnya, karena target pendapatan asli daerah dan perimbangan yang tidak memenuhi target,” ungkapnya.

    Ia mencontohkan, realisasi PAD hanya 2,535 T dari target 2,872 T, meliputi 3 jenis pajak. Yaitu pajak bea balik nama kendaraan bermotor, pajak rokok serta hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. “Sementara dana perimbangan hanya Rp2,330 dari target 2,839 T karema tidak tercapai dana bagi hasil pajak dan dana bagi hasil bukan pajak (SDA),” tuturnya.

    Tambahnya, dari sisi belanja, realiasasi tahun 2015 sebesar Rp 5,190 T dari yang direncanakan 6,453 T. Rinciannya, belanja tidak langsung, teraliasai Rp3,109 T dari target 3,524 T. Belanja langsung teraliasasi, sebesar Rp2,081 T dari rencana 2,929 T. “Sisa lebih perhitungan anggaran sebeaar 21,384,” pungkasnya. (eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com