• Anjal dan Pengemis Mulai Marak

    0

    pengemis1PALEMBANG, jurnalsumatra.com  – Anak jalan (anjal) dan pengemis  jelang hari raya idul fitri mulai marak ditemukan di kota Palembang, para pengemis yang didominasi oleh berumur uzur dan  balita ini  mulai dari pasar, lampu merah hingga rumah makan sudah mulai banyak ditemukan para pengemis ini beroperasi dari siang hingga malam hari.

    Pantauan Jurnalsumatra.com disejumlah lokasi para pengemis mulai banyak ditemukan, tingginya pengemis pada bulan ramadan tidak lain untuk mendapatkan rupiah demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sekedar makan dan minum, namun mereka juga dapat menabung dari hasil meminta yang dilakukan.

    Erma salah satu nenek warga kertapati palembang mengaku bahwa pendapatannya dari mengemis  saat ramadhan lebih besar dibandingkan hari biasanya, kalau hari biasa ia hanya mendapatkan rupiah Rp 20-30 rupiah, namun ketika puasa hingga mencapai rpb100 ribu perhari.

    “Aku ini sudah tua jadi tidak sangup lagi bekerja yang berat, sedangkan anak aku hanya berjualan kopi dibawah jembatan ampera, jadi aku malu minta dengan anak, jadi aku lebih memilih untuk mengemis,”kata Erma, kemarin (22/6).

    Terpisah, Kepala Dinsos Palembang, Faizal AR mengklaim bahwa banyaknya pengemis yang berada di Palembang tidak lain berasal dari Kabupaten/Kota atau luar Palembang sehingga wajar jika terjadi peningkatan dari hari biasanya.

    “Ini bukan orang Nalembang namun dari luar Palembang, kita cukup kewalahan akan banykanya pengemis yang datang ke Palembang,”kata Faizal.

    Faizal menghimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada para pengemis, dengan tidak diberi uang maka lambat laun meraka akan pergi, oleh karena itu sebaiknya masyarakat memberikan bantaun ke masjid atau panti asuhan.

    “setiap hari kami akan melakukan pemantauan secara langsung dengan menerjunkan sebanyak 35 anggota, kalau memang sekarang ini banyak pengmis akan kami cek secara langsung,,”kata dia

    Faizal mengakui bahwa anjal dan pengemis yang dibina di panti sosial mencapai 300 orang para, jumlah pengemis ini pengemis ini dibina dan diajari ketrampilan sehingga ketika keluar dari panti tidak mengemis seperti dulu lagi.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com