• Angkutan Batubara Hancurkan Jembatan Kebur

    0
    Jembatan Berlobang

    Angkutan Batubara Hancurkan Jembatan Kebur

    Angkutan Batubara Hancurkan Jembatan Kebur

    Angkutan Batubara Hancurkan Jembatan Kebur

    Lahat, jurnalsumatra.com – Akibat lebihnya tonnase mobil yang melintas membawa mutiara hitam (batubara red), membuat, jembatan kebur yang satu-satunya akses jalan lintas hancur nyaris ambruk.

    Tingginya arus kendaraan yang melintasi jembatan kebur di Jalinsum Kecamatan Merapi Barat membuat sebagian badan jalan menjadi amblas. Polresta Lahat terpaksa menginstruksikan seluruh angkutan bermuatan diatas 12 ton dilarang melintas dijembatan tersebut.

    Terlihat dilapangan, guna menghindari kemacetan panjang Polisi dibantu warga memberlakukan sistem buka tutup jalan. Bahkan pihak Pemprov diharapkan segera melakukan perbaikan sebelum arus mudik dimulai mengingat jembayan Kebur merupakan satu – satunya akses penghubung.

    Kapolres Lahat AKBP Rantau Isnur Eka mengatakan, mulai hari ini Kamis (16/7) seluruh angkutan batubara khususnya yang bermuatan diatas 12 Ton dilarang melintasi jembatan Kebur. Hal ini dikarenakan kondiai amblas bisa lebih para dan berakibat fatal mengingat jalan yang rusak tepat berada dimulut jembatan.

    “Kita mintak agar truk bermuatan lebih dari 12 ton, dan mobil tronton agar tidak melintas. Karena, dikhawatirkan memperpendek usia jembatan, apalagi tidak lama lagi arus mudik segera terjadi,” ujar Kapolres Lahat.

    Menurut petinggi krops coklat dijajaran Polres Lahat ini menyampaikan, untuk aktivitas lalulintas, sambung Rantau, akan ada sistem buka tutup agar, arus lalin berjalan dan bisa terkondisikan. Dan bagi masyarakat yang membatu mengatur lalulintas diharap kan tidak melakukan pungli kepada warga yang melintas.

    “Kita rencanakan akan membuka jalur buka tutup, sekitar dua menit. Tujuannya, untuk menanggulangi kemacetan yang terjadi, untuk kendaraan roda dua nantinya melewati jalan yang sebelah kiri,” tambahnya lagi.

    Tagak (27) salah satu pengendara dijumpai menuturkan, sangat mendukung langkah Polresta Lahat untuk menstop angkutan Batubara yang melintas, mengingat jembatan ini merupakan akses satu-satunya bagi masyarakat untuk keluar daerah.

    “Tidak lama lagi arus mudik bakal ramai. Yang jelas, harus dilakukan pengamanan, karena tingginya arus lalu lintas yang melintas bisa membahayakan masyarakat dan membuat jembatan jadi ambruk,” dikhwatirkan Tagak. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com