• Akademisi : Syarat Perseorangan Diperketat Mengembalikan Roh Parpol

    0

         Kupang, jurnalsumatra.com – Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang Dr. Ahmad Atang, MSi sepakat, jika syarat calon perseorangan diperkatat untuk mengembalikan roh partai politik.
    “Saya sepakat kalau syarat calon perseorangan diperketat. Ini bukan sebagai upaya memasung hak politik publik, akan tetapi untuk mengembalikan roh politik pada parpol adalah sebuah keharusan,” kata Ahmad Atang kepada Antara di Kupang, Jumat.
    Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan polemik seputar revisi UU Pilkada yang dinilai berbagai kalangan sebagai bagian dari upaya menjegal calon perseorangan.
    Menurut dia, dengan memperketat syarat pada calon perseorangan, memberi isyarat kalau jalur idependen sama sulitnya dengan jalur partai, sehingga tidak ada yang merasa memilih jalur lebih mudah dan yang lain merasa memilih jalur lebih sulit dalam merai kekuasaan.
    Dia mengatakan, kebijakan ini memang harus dilakukan untuk mengembalikan roh politik pada partai politik.
    Pembantu Rektor I pada UMK itu menambahkan, calon idependen merupakan kebijakan politik afirmatif karena partai politik dianggap belum berfungsi secara baik dalam melakukan rekruitmen politik.

         Banyak kader potensial yang mau menduduki jabatan politik, namun tidak bisa karena partai tidak memberi ruang.
    Selain itu, biaya politik yag mahal sehingga mereka berada di luar kekuasaan.
    Atas dasar itu, maka calon perorangan diberi ruang bagi mereka yang ingin meraih jabatan politik melalu jalur non partai.
    Kebijakan ini tidak berarti meniadakan peran parpol, partai tetap penting dalam membangun demokrasi sehingga semakin hari peran partai harus diperkuat.
    Partai politik kata dia, merupakan institusi politik tidak harus diperlemah dengan adanya calon idependen.
    Justru mekanisme rekruitmen politik dalam menjaring pemimpin harus melalui parpol.
    “Tidak ada demokrasi tanpa pemilu dan tidak ada pemilu tanpa partai politik. Maka dengan memperketat syarat pada calon perseorangan memberi isyarat kalau jalur idependen sama sulitnya dengan jalur partai,” katanya.
    Sehingga tidak ada yang merasa memilih jalur lebih mudah dan yang lain merasa memilih jalur lebih sulit dalam merai kekuasaan, katanya.
    “Jabatan politik yang diraih melalui jalur independen tidak lebih hebat dan sukses dalam memimpin dibanding melalui parpol, begitu juga sebaliknya,” katanya.
    Karena itu bagi saya, jalur independen justru merusak sistem dan tata pemerintahan kita.
    Jalur idenpenden akan menciptakan polarisasi dan dikotomi yang akan mengaburkan asas demokrasi itu sendiri, katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com