• 470 Perusahaan Sampang Tidak Memberikan THR

    0

    Sampang, jurnalsumatra.com – Sebanyak 470 perusahaan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, tidak memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada karyawannya pada Lebaran 1437 Hijriah dengan alasan tidak mampu.
    “Oleh karena itu, kami di Dinas hanya menyurati 30 perusahaan saja, mengingatkan agar mereka memberikan THR tepat waktu,” kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrnas) Sampang Malik Amrullah di Sampang, Selasa.
    Malik menjelaskan, sebenarnya THR merupakan hak karyawan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.PER.04/MEN/1994 tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Bagi Pekerja di Perusahaan.
    Pemberi THR sebagaimana ketentuan itu, adalah setiap orang yang mempekerjakan orang lain dengan imbalan upah wajib membayar THR, entah itu berbentuk perusahaan, perorangan, yayasan, atau perkumpulan.
    Hanya saja, apabila perusahaan tidak mampu meberikan THR, maka pemilik perusahaan bisa mengajukan penangguhan, sebagaiman ketentuan memberikan upah sesuai ketentuan upah mimimum kabupaten (UMK).
    Menurut Malik, ketentuan pemberian THR sebagaimana dijelaskan pada Pasal 2 disebutkan bahwa pengusaha yang diwajibkan memberi THR Keagamaan kepada pekerja yang telah mempunyai masa kerja 3 (tiga) bulan atau lebih secara terus-menerus.
    “Peraturan ini tidak membedakan status pekerja apakah telah menjadi karyawan tetap, karyawan kontrak, atau karyawan paruh waktu,” katanya.
    Besaran THR yang harus diberikan sebagaimana diatur dalam pasal 3 ayat 1 PER.04/MEN/1994, pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih sebesar 1 (satu) bulan upah.
    Pekerja yang mempunyai masa kerja 3 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional dengan masa kerja yakni dengan perhitungan masa kerja/12 x 1 (satu) bulan upah.
    “Yang dimaksud dengan upah di sini, adalah gaji pokok ditambah tunjangan-tunjangan tetap,” katanya.
    Ia menambahkan ketentuan dengan masa kerja 3 bulan itu, merupakan ketentuan lama, sedangkan ketertuan terbaru sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6/2016 tentang Tunjangan Hari Raya disebutkan bahwa masa kerja 1 bulan sudah bisa mendapatkan THR.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com