• 170 CALHAJ Kabupaten Malang Mengundurkan Diri

    0

    Malang, jurnalsumatra.com – Sebanyak 170 calon haji (calhaj) asal Kabupaten Malang, Jawa Timur mengundurkan diri dan batal berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci pada tahun ini karena berbagai alasan, di antaranya sakit dan meninggal dunia.
    Kasi Haji Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang, Abdurrahman di Malang, Rabu mengatakan selain karena sakit dan meninggal, ada juga yang menyatakan tidak sanggup melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) sebesar Rp34.641.000.
    Jumlah keseluruhan calhaj dari Kabupaten Malang pada tahun ini sebanyak 1.492, tambahnya, namun yang batal berangkat mencapai 170 calhaj dan seluruh calhaj yang batal berangkat tahun ini dari Jatim mencapai 2.700-an.
    “Calhaj yang berangkat tahun ini adalah mereka yang mendaftar pada tahun 2008 dan 2010,” katanya.
    Ia mengemukakan kursi calhaj yang batal berangkat pada tahun ini tersebut, kemungkinan bakal diisi oleh 129 calhaj lanjut usia (lansia) yang sudah masuk porsi tahun ini maupun tahun berikutnya. Para lansia tersebut bisa berangkat lebih awal dari tahun perkiraan yang tertera dalam dokumen pendaftaran.
    Selain calhaj lansia, katanya, yang bakal mengisi kursi calhaj batal berangkat itu juga dari penggabungan suami dan istri atau anak dengan orang tua atau sebaliknya yang tahun perkiraannya berbeda. ALasan-alasan seperti ini bisa disatukan (digabungkan).
    “Dengan adanya penggabungan maupun calhaj lansia tersebut, Kabupaten Malang tetap mempertahankan kuota sebanyak 1.492 calhaj yang akan berangkat tahun ini,” ujarnya.
    Berdasarkan Surat Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Nomor 28 Tahun 2016, Calhaj Lansia (usia di atas 75 tahun) menjadi prioritas dan bisa dipercepat keberangkatannya. “Kebetulan calhaj lansia yang mendapatkan prioritas pemberangkatan tahun ini sudah lunas semuanya,” ucapnya.
    Menyinggung daftar tunggu calhaj Kabuapten Malang, Abdurrahman mengatakan sekitar 23 tahun ke depan. Berkaca dari daftar tunggu yang semakin panjang tersebut, Dirjen PHU juga memberi batasan bagi pendaftar. Bagi yang sudah pernah berhaji, baru bisa mendaftar kembali setelah 10 tahun kemudian dan usia calhaj yang didaftarkan minimal 12 tahun.
    “Beberapa aturan baru itu memang untuk menekan jadwal tunggu yang semakin lama. Di Kabupaten Malang saja sampai 23 tahun,” urainya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com