• 15.000 Ha Lahan PTPN 2 Dijarah

    0

         Medan, jurnalsumatra.com – Sekitar 15.000 hektare lahan milik Perusahaan Terbatas Perkebunan Nusantara 2 dijarah pihak tertentu sehingga menimbulkan kerugian bagi perusahaan milik negara itu.
    Dalam rapat dengan Komisi B DPRD Sumatera Utara di Medan, Senin, Direktur SDM PTPN 2 Kamaruzzaman mengatakan, cukup banyak cara yang digunakan untuk memulai penjarahan tersebut.
    Salah satunya dengan cara meracuni pohon sawit milik PTPN 2 sehingga mati. Akibatnya, lahan perkebunan itu menjadi sepi karena karyawan tidak bekerja lagi disebabkan tidak adanya tanaman yang diusahakan.
    Setelah lahannya sepi, kelompok penjarah masuk sambil menanami lahan yang ada dengan jagung, singkong, atau jenis tanaman lainnya.
    “Kami tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya menyebutkan kelompok yang menjarah tersebut.

         Selain penjarahan, kata Kamaruzzaman, PTPN 2 juga banyak menghadapi masalah dalam menjaga dan mengamankan aset sebagai bentuk “warisan” masalah dari masa lalu.
    Permasalahan tersebut semakin rumit diselesaikan karena banyak areal PTPN 2 yang dekat dengan perkotaan sehingga sering menimbulkan potensi masalah.
    Lain lagi dengan permasalahan lahan eks HGU sekitar 5.873 ha lebih yang belum selesai dan rencananya akan didistribusikan kepada masyarakat Sumut.
    Keberadaan lahan tersebut menjadi masalah meski sudah ada alokasi lahan yang diperuntukkan bgi penggarap dan masyarakat adat.
    PTPN 2 selalu menerapkan asas kehati-hatian dalam menangani keberadaan lahn tersebut karena aset negara agar tidak menimbulkan kerugian negara.
    Manajemen PTPN 2 telah diundang Komnas HAM karena di areal itu banyak terjadi konflik. “Termasuk bunuh-buhan meski bukan areal milik pihak berperkara,” katanya.
    Ketua Komisi B DPRD Sumatera Utara Sopar Siburian mengatakan, pihaknya menyesalkan adanya penjarahan tersebut, termasuk polemik lahan eks HGU.
    Padahal, Sumatera Utara selama ini selalu berusaha untuk mendapatkan lahan sekitar 50 ha guna dijadikan lokasi pembangunan sarana untuk menjadi tuan rumah PON.
    Namun dengan berbagai kondisi, upaya Sumatera Utara untuk mendapatkan lahan seluas 50 ha itu sulit terealisasi meski akn dimanfaatkan untuk agenda nasional.
    “Namun ada orang yang menguasai lahan itu sampai ratusan hektare,” kata politisi Partai Demokrat tersebut.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com