• WAGUB Jambi: Jangan Diskriminasi Kaum Difabel

    0

    Jambi, jurnalsumatra.com- Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar menegaskan, jangan ada diskriminasi terhadap kaum difabel supaya mereka yang berkebutuhan khusus itu tidak merasa terasingkan.
    “Jangan ada diskriminasi. Kita harus perhatikan mereka. Mereka mungkin fisiknya yang sakit atau tidak sempurna, tetapi batinnya tetaplah bagus atau sempurna,” kata Fachrori saat pembukaan Pekan Paralympic Pelajar Provinsi (Peparpeprov) Jambi VII di aula Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah provinsi setempat, Selasa.
    Peparpeprov VII Jambi Tahun 2016 ini diikuti oleh para pelajar penyandang difabel dari kabupaten/kota se Provinsi Jambi. Ajang ini merupakan multievent dua tahunan difabel sebagai bentuk perhatian Pemprov Jambi terhadap pembinaan dan pengembangan olahraga bagi difabel.
    “Mereka bersemangat mengikuti iven ini walaupun dengan keterbatasan fisik. Jadi kita yang sehat sempurna ini supaya memperhatikan mereka, agar mereka merasa tidak asing,” ujarnya.
    Selain itu kata Fachrori, Peparpeprov ini merupakan penjaringan bibit muda atau paralympian pelajar Provinsi Jambi berbakat yang akan disiapkan menuju ajang nasional atas prestasi yang mereka raih.
    “Iven olahraga prestasi ‘different ability’ ini dapat menjauhkan rasa minder, meningkatkan rasa percaya diri dan memmotivasi para disabilitas agar mereka tumbuh sebagai pribadi yang mandiri dan tidak dibeda-bedakan atas prestasi yang diraihnya,” kata Fachrori menjelaskan.
    Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jambi Satria Budhi mengatakan, Peparpeprov Jambi VII diselenggarakan dari tanggal 16 sampai dengan 20 Mei 2016, dengan 4 cabang olahraga yang dipertandingkan. Yakni atletik, bulu tangkis, tenis meja dan renang.
    “Kita sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh atlet difabel Provinsi Jambi selama ini dan grafiknya meningkat. Pada Peparpenas Tahun 2013 di Jakarta, Jambi menduduki peringkat ke-14.  Sedangkan Peparpenas Tahun 2015 di Bandung Jambi menduduki peringkat 8 nasional,” kata Budhi.
    Satria Budhi menambahkan, prestasi dan karya kaum difabel di bidang lain selain olahraga juga diharapkan, karena mungkin tidak semua kaum difabel tertarik dalam bidang olahraga.
    Sementara itu, Ketua National Paralympic Committee (NPC) Provinsi Jambi Safrizal menjelaskan, NPC adalah induk organisasi penyandang difabilitas dan sebagai organisasi yang otonom yang sudah termaktub dalam UU RI No 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
    Safrizal menjelaskan, NPC dalam tugas dan fungsinya membantu pemerintah dalam pemberdayaan, pembinaan, dan pengembangan olahraga prestasi disabilitas, yang pada saat ini kedudukannya sederajat dengan KONI.
    “Peparpeprov yang dilaksanakan ini juga merupakan tanggung jawab bersama Pemprov Jambi dan organisasi penyandang difabilitas Jambi,” kata Safrizal.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com