• Sumsel Khatamkan 10.900 al-Quran

    0
    Sumsel Khatamkan 10.900 al-Quran

    Sumsel Khatamkan 10.900 al-Quran

    Palembang, jurnalsumatra.com –  Gerakan Nusanatara mengaji mulai digelar Sabtu malam (7/5). Khusus Sumsel, Sebanyak 10.900 kali khatam yang dipusatkan di Masjid Ar Riyadh Komplek DPRD Sumsel Kampus Palembang.

    Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumsel Drs H Ramlan Holdan didampingi Korwil Nusantara Mengaji Sumsel Nasrun Halim mengatakan  pembukaan secara serentak Nusantara Mengaji dengan khataman 300 ribu khatam se-Indonesia.

    Kegiatan ini sendiri merupakan gelaran PKB Sumsel salah satunya bekerjasama Lembaga Ponpes NU Rabitah Ma’had Islamiah (RMI) yang diketuai KH Hendra Zainuddin MPdi. “Sumsel kebagian 10.900 khatam menyatakan kesiapan untuk khataman untuk yang dilaksanakan di Sumsel di ponpes, masjid, dan majelis taklim,” tukasnya.

    Dijelaskan, pada kegiatan Nusantara Mengaji ini akan berlangsung selama 24 jam. Mulai Sabtu (7/5) pukul 19.00 hingga Minggu (8/5) pukul 19.00. “Pembukaan untuk wilayah Sumsel di Masjid Ar Riyadh. Besoknya dilakukan doa qubronya di Ponpes Al Ittifaqiah Ogan Ilir. Kalau hafidz quran biasanya 15 jam. Ada satu santri yang satu khatam 30 juz. Ada jedah Isomah,” sambungnya.

    Dikatakan Ramlan yang juga Sekretaris Komisi IV DPRD Sumsel ini, gelaran Nusantara Mengaji ini semata-mata tujuannya untuk keselamatan, kesejahteraan dan barokah serta minta kesuksesan Sumsel sebagai tuan rumah Asian Games 2018.

    “Karena Alquran merupakan satu-satunya mukjizat rasullah dan wajib kita pegang bawah sebagai petunjuk, penolong. Terlepas dan terhindar dari segala macam cobaan seperti narkoba. Di institusi kita kena semua penyakit narkoba. Banyak yang tidak ingat dengan akhirat,” pungkasnya.

    Kegiatan serupa juga dilakukan di Ponpes Sabilul Hasanah, Banyuasin yang diselenggarakan PWNU Sumsel. Di Ponpes yang diasuh oleh KH M Mudaris SM ini, sebanhak 900 santri putera dan puteri mengkhatamkan 200 kali al-Quran. “Kegiatan ini positif, makanya harus kita dukung untuk keselamatan dan keberkahan bangsa, khususnya Sumsel,” kata wakil ketua PWNU, Hernoe Roesprijadji.

    Menurutnya, dengan mengkhatamkan al-Quran ini, diharapkan hajat masyarakat dan santri akan terijabah. Ini juga bagian dari ikhtiar menjadikan al-Quran sebagai imam bagi umat muslim. “Kita berjarap kegiatan ini tidak selesai sampai di sini saja, tapi bisa rutin dan terus mengharapkan berkah serta doa terbaik bagi kita semua,” pungkasnya. (Eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com