• Solok Selatan Usulkan Rp1,8 Miliar Untuk Listrik

    0

    Padang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, mengusulkan bantuan sebesar Rp1,8 miliar kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk pembangunan jaringan baru dalam meningkatkan rasio elektrifikasi.
    “Dana Rp1,8 miliar itu nantinya untuk membuatan jaringan baru melalui program listrik masuk desa (Lides). Jaringan baru ini berupa jaringan tegangan rendah dan menengah,” kata Kepala Seksi Energi Dinas ESDM Solok Selatan, Zilhamri ketika dihubungi di Padang Aro, Selasa.
    Sejumlah daerah yang kini belum mendapatkan aliran listrik dari PLN, seperti Trans Sinuek, Kecamatan Sangir Batang Hari dengan panjang berkisar tiga travo.
    Selain Sinuek, sejumlah daerah yang menjadi skala prioritas pemasangan jaringan ini seperti di Sapan Salak, Batang Pasampan, Batuang Bajawek, Sungai Kalu yang berada di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh. Kemudian daerah Sungai Lambai di Mitra Kerinci Kecamatan Sangir.
    Ia menyebutkan, daerah-daerah yang telah diusulkan untuk mendapatkan program listrik desa tahun ini telah disurvei oleh PLN.
    Ia menjelaskan, pemerintah daerah hanya sebatas mengusulkan, sementara sebagai satuan kerja (Satker) adalah PLN.
    Selain melalui program listrik desa, katanya menambahkan, pada tahun ini melalui program partisipasi, pemerintah setempat kembali akan membangun jaringan baru, berupa tegangan rendah, di sejumlah jorong (dusun).
    “Program ini banyak kelanjutan dari tahun lalu,” katanya.
    Pembuatan jaringan baru ini berada di Sungai Padi yang diperkirakan bisa mengaliri listrik bagi 20 rumah, Durian Taruang yang mengaliri 25 rumah.
    Kemudian Lubuk Gadang dengan asumsi rumah yang teraliri sebanyak 25 rumah dan di Padang Limau Sundai untuk mengaliri 10 rumah.
    “Dari jaringan yang akan dibangun ini setidaknya bisa mengaliri 80 rumah penduduk,” katanya.
    Dengan kedua program ini, katanya menyebutkan, diperkirakan mampu meningkatkan RE sebanyak dua persen. “Ini kami perkirakan sama seperti tahun sebelum. Saat ini RE di Solok Selatan 75,5 persen,” katanya.
    Salah satu daerah di Solok Selatan yang hingga kini belum mendapatkan aliran listrik dari PLN adalah Jorong Talakiak, Nagari Ranah Pantai Cermin, Kecamatan Sangir Batang Hari.
    Kepala Jorong Talakiak, Emrizal, menyebutkan di kejorongannya terdapat 21 rumah yang belum mendapat aliran listrik dari PLN.
    Pada akhir 2015, katanya, pemda telah membangun jaringan ke jorong yang dihuni sekitar 180 jiwa penduduk ini, namun hingga kini listrik belum masuk.
    “Mereka hingga kini masih menggunakan genset, bahkan ada yang menggunakan lampu minyak,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com