• Siswa SMA Muhammadiyah Surabaya Terima Penghargaan Internasional

    0

         Surabaya, jurnalsumatra.com – Sebanyak 50 siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya menerima penghargaan internasional berupa “International Award for Young People” sebagai apresiasi terhadap kegiatan positif yang dilakukan anak berusia 14-24 tahun itu.
    “Penghargaan ini diberikan pada kegiatan yang terukur, tercatat dan terdokumentasi, tetapi tidak kompetitif dari anak muda kisaran usia 14 sampai 24 tahun,” kata National Board Committee member of Adinugraha Internasional, Mayong Suryolaksono, di Surabaya, Rabu.
    Ia mengatakan Adinugraha Internasional adalah pemegang lisensi dari The Duke of Edinbergh’s International yang berpusat di London, Inggris, sedangkan untuk kawasan Asia Pasific berpusat di Sydney, Australia.

         “Anak muda ini harus mempunyai kegiatan fisik, kesenian, aktivitas sosial, serta petualangan. Untuk kategori tertinggi harus tinggal di keluarga yang bukan keluarga dia dengan tingkat sosial dibawahnya,” tuturnya.
    Dia mengungkapkan “The Duke of Edinbergh’s International” sudah diikuti lebih dari 60 negara di dunia, termasuk di Indonesia. Pemberian penghargaan ini dilakukan secara ketat terhadap mereka yang memenuhi kriteria.
    Sementara itu, Leader dari International Award for Young People SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, Andri Santoso, mengatakan untuk mendapatkan penghargaan tersebut setidaknya anak harus punya kepekaan sosial, keterampilan dan olahraga

         “Mulai dari olahraga sesuai dengan kegemaran anak dan dilakukan secara rutin. Sama halnya dengan keterampilan, baik  berupa seni atau yang lainnya,” terangnya.
    Dari 50 siswa siswi yang mendapatkan penghargaan tersebut dibagi menjadi tiga, yaitu untuk penghargaan bronze (perunggu) ada 26 siswa dan siswa, kemudian untuk penghargaan silver adalah 22 siswa dan siswi serta untuk penghargaan gold hanya dua siswa.
    Peraih penghargaan Gold, Wildan Nurrahman, merasa bangga bisa mendapatkan penghargaan tersebut. Untuk mendapatkan penghargaan itu, dia harus tinggal di kawasan perkampungan di Pandaan, Pasuruan.
    “Di sana kami melakukan seminar tentang ekonomi, mulai dari cara berjualan, pemasaran, pengemasan dan lainnya. Seminar ini diikuti oleh anak anak sekolah,” tandasnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com