• Sensus Ekonomi Data Usaha Wali Kota Jambi

    0

         Jambi, jurnalsumatra.com -  Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jambi mengawali kegiatan sensus ekonomi dengan mendata usaha milik Wali kota Jambi Sy Fasha di rumah dinasnya, Senin.
    Pada pendataan tersebut dipimpin langsung oleh kepala BPS Kota Jambi dan menanyakan secara langsung setiap usaha yang dimiliki oleh Wali kota Jambi.
    “Intinya sensus ekonomi ini sangat penting, karena nantinya sebagai gambaran kondisi perekonomian Indonesia, dan pendataan tadi saya menyampaikan apa adanya tidak ada yang saya tutup-tutupi,” kata Fasha.
    Dikatakan Fasha, sebelum menjadi wali kota dirinya mengaku adalah seorang pengusaha, namun kini usahanya atas nama management yang kemudian ia sampaikan pada petugas sensus tersebut.
    “Tadi juga menanyakan usaha yang saya miliki dan saya sampaikan semenjak saya menjadi wali kota, usaha tersebut tidak memakai atas nama saya, melainkan nama managemen,” katanya.

         Sebab itu, untuk menyukseskan sensus ekonomi di daerahnya itu, pihaknya mengimbau setiap pelaku usaha supaya dapat menyampaikan data kegiatan usaha yang akurat.
    “Hasil sensus ekonomi ini nantinya digunakan sebagai acuan untuk menentukan kebijakan selanjutnya dibidang ekonomi, saya minta jangan ditutup-tutupi, jangan khawatir sensus tersebut tidak dikaitkan  dengan pajak ataupun yang lainnya,” katanya menjelaskan.
    Sementara pada kegiatan sensus ekonomi di Kota Jambi yang dilaksananakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jambi, Provinsi Jambi akan menyasar 50 ribu usaha perekonomian di kota itu.
    “Di Kota Jambi sensus ekonomi ditargetkan sebanyak 50 ribu lebih usaha perekonomian di luar sektor pertanian yang akan disensus oleh petugas,” kata Penanggung Jawab Kegiatan Sensus Ekonomi pada BPS Kota Jambi, Muhisam.

         Muhisam mengatakan sebanyak 950 petugas sensus ekonomi yang sebelumnya telah diberikan pembekalan akan mendata setiap sektor usaha perekonomian.
    Petugas sensus ekonomi tersebut  nantinya akan disebar ke 1.430 blok atau wilayah yang telah ditentukan. Termasuk juga nanti usaha jenis online atau jaringan.
    Muhisam menambahkan, pihaknya mengimbau pelaku usaha atau responden dapat menerima dan bekerjasama dengan memberikan data yang akurat kepada petugas sensus ekonomi. Dan data yang diinput dari pelaku usaha sifatnya akan dirahasiakan sesuai dengan peraturan.
    Karena menurutnya, program tersebut sebagai potret utuh untuk mengetahui kondisi perekonomian di Indonesia yang nantinya hasil dari sensus tersebut menentukan kebijakan disektor perekonomian.
    “Kita berharap sensus ekonomi ini mendapat respon baik dari seluruh lapisan masyarakat, sehingga masyarakat dapat memberikan data yang apa adanya sesuai dengan kondisi,” katanya menambahkan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com