• SBSI Gelar Aksi Long March Pertanyakan Tuntutan Mereka

    0
    SBSI Gelar Aksi Long March Pertanyakan Tuntutan Mereka

    SBSI Gelar Aksi Long March Pertanyakan Tuntutan Mereka

    Lahat, jurnalsumatra.com – Momentum memperingati hari bersejarah para buruh sedunia ini, ternyata tak ketinggalan juga dilakukan oleh ratusan anggota Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), di Bumi Seganti Setungguan.

    Ratusan massa ini, melakukan Long March yang dimulai dari Desa Sukacinte hingga ke-kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Lahat. Aksi yang digelar ini, sebagai bentuk protes serta mempertanyakan tentang tuntutan mereka, yang pernah disampaikan ke-Pemerintah. Kaum buruh tetap berharap agar Pemkab Lahat independen serta tidak berpihak pada perusahaan guna melindungi hak-hak para pekerja yang ada. Senin (2/5)

    Sementara, pantauan dilapangan sendiri, sejak pukul 08.00 Wib ratusan masa yang tergabung dalam SBSI melakukan aksi yang dimulai dari Desa Sukacinte hingga kekantor Pemkab Lahat. Aksi yang berlangsung kondusif tersebut dikawal ketat oleh anggota Polresta Lahat dan disambut Asistan IV H Iskandar.

    “Dengan memperingati hari buruh sedunia ini, oleh karenanya kita melakukan aksi long march, dari Desa sampai kekantor Pemkab Lahat, guna mempertanyakan tuntutan yang sebelumnya sudah kita sampaikan,” ungkap Ketua DPC SBSI Lahat Erwin, Senin(2/5).

    Menurutnya, dalam momen hari buruh, kedatangan kekantor Pemkab Lahat juga untuk mempertanyakan tuntutan perihal upah dan jam kerja yang ditetap kan oleh perusahaan. Bahkan, terkait PT SBWB yang melakukan PHK sepihak beberapa waktu lalu juga belum mendapat keputusan dari pemerintah.

    “Ada beberapa tuntutan yang pernah kami sampaikan, salah satunya adalah agar Pemkab Lahat segera menindak PT.SBWP yang terbukti telah sewena-wena dalam memperkerjakan karyawannya,” katanya.

    Dijelaskan Erwin, terkait pengupahan juga tidak ada kepastian apalagi selama ini karyawan bekerja tidak ada batas waktu dan cuti tahunan sehingga jelas menyalahi aturan tentang UU ketenaga kerjaan.

    “Yang mana selama ini, para buruh diperlakukan sebagai budak oleh PT SBWP, kami harap Pemkab Lahat khususnya pemilik perusahaan segera memecat kepala HRD Salman dan manager perusahaan Ican,” tambahnya lugas.

    Asistan IV H Iskandar menyampaikan, sangat mengapresiasi perjuangan yang dilakukan SBSI namun untuk merealisasikan tuntutan yang disampaikan ada aturan yang harus ditaati dan tidak serta-merta langsung mengambil keputusan.

    “Intinya, kita sudah menampung tentang tuntutan para buruh. Yang telah mereka sampaikan sebelumnya, dan Pemkab Lahat sendiri belum lama ini telah memanggil pihak PT SBWP dan kami harap anggota SBSI dapat bersabar karena semuanya butuh proses. Yang jelas kita Pemerintah juga tidak bisa serta merta terhadap perusahaan tersebut,” ujar Iskandar. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com