• Rupiah melemah 68 poin jadi Rp13.622

    0

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Senin pagi bergerak melemah sebesar 68 poin menjadi Rp13.622 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.554 per dolar AS.

    Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Senin mengatakan bahwa Ketua The Fed Janet Yellen menunjukkan niatan untuk menaikkan suku bunga acuannya dalam beberapa bulan ke depan walaupun dengan syarat adanya perbaikan ekonomi AS.

    Pernyataan itu menambah dorongan penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang utama dunia.

    “The Fed memberi sinyal kenaikan suku bunga acuannya, itu yang mendorong dolar AS menguat,” katanya.

    Ia menambahkan bahwa revisi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat pada kuartal I 2016 yang naik juga menambah alasan bagi dolar AS untuk mengembalikan tren penguatannya.

    Ia mengharapkan bahwa surat utang negara (SUN) serta indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menguat seiring dengan harga komoditas minyak mentah dunia, diharapkan menjaga rupiah untuk tidak tertekan lebih dalam.

    Ia menambahkan bahwa adanya harapan yang meningkat atas disahkannya RUU pengampunan pajak atau “tax amnesty” dalam waktu dekat serta inflasi domestik yang sedianya akan dirilis pada Rabu (1/6) pekan ini yang stabil, dapat menambah optimisme terhadap prospek aset keuangan berdenominasi rupiah.

    Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan bahwa adanya komentar dari Ketua Federal Reserve Janet Yellen yang menekankan adanya prospek kenaikan suku bunga AS dalam jangka pendek akan mempertahankan dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya.

    “Namun, diproyeksikan penguatan dolar AS berpeluang terbatas mengingat aksi ‘wait and see’ terhadap kebijakan The Fed itu,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com