• Ratusan Mahasiswa Kesehatan Padang Menentang Komersialisasi Rokok

    0

    Padang, jurnalsumatra.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Kesehatan (IMK) Universitas Andalas, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), menentang komersialisasi serta kebebasan iklan rokok dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia pada 31 Mei.
    “Komersialisasi serta iklan-iklan itu bukan pencerdasan pada masyarakat. Jangan lihatkan nikmatnya saja, tapi sampaikan bahayanya,” kata Koordinator Pusat IMK Unand, Wahyu Alfath Firdaus saat aksi longmarch dan orasi terkait bahaya rokok di Padang, Selasa.
    Aksi yang mengusung tema ‘mari menjadi bagian generasi bebas asap rokok’ tersebut diawali dengan longmarch dari Fakultas Kedokteran Unand di Jati menuju Jalan Sudirman dan dilanjutkan orasi di bundaran Imam Bonjol.
    Dalam kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 Wib itu, IMK Unand membawa spanduk bertuliskan penolakan terhadap rokok seperti ‘terima kasih tembakau telah membuat bangsa Indonesia sengsara’, ‘matikan rokokmu atau rokok mematikanmu’ dan sebagainya serta memakai ikat kepala dengan tulisan ‘hidup tanpa rokok’.
    Selain itu, para mahasiswa juga memberikan selebaran pada masyarakat setempat yang berisikan edukasi tentang bahaya rokok.
    Menurut Wahyu, selebaran yang diberikan pada masyarakat itu merupakan kajian bersama dari mahasiswa Fakultas Kedokteran, Keperawatan, Farmasi, Kesehatan Masyarakat serta Kedokteran Gigi.
    Ia menjelaskan terdapat beberapa tujuan dari aksi itu di antaranya meminta Pemerintah Indonesia turut serta menandatangani perjanjian bangsa-bangsa di dunia dalam menentang penjualan bebas tembakau.
    “Kami juga tuntut agar tidak ada lagi iklan serta sosialisasi rokok di kawasan publik, khususnya di Padang,” ujarnya.
    Ia berharap masyarakat cerdas memahami bahaya rokok dan dapat melindungi generasi muda agar tidak dibodohi dengan adanya rokok.
    “Tidak hanya longmarch dan orasi. Kami juga lakukan cek kesehatan warga di Lapangan Imam Bonjol dan dilanjutkan sosialisasi dengan masyarakat di Pasar Raya,” katanya.
    Ia menyampaikan pola gerakan mereka dalam menentang rokok itu nantinya juga akan dilanjutkan dengan pertemuan dengan pemangku kepentingan terkait serta wali kota Padang dalam waktu dekat.
    Warga setempat Fauzil (42) mengatakan aksi-aksi penolakan terhadap rokok oleh generasi muda memang dibutuhkan karena merekalah generasi penerus bangsa.
    “Masyarakat telah terbiasa dengan rokok, ini yang sulit diubah. Semoga saja ke depan banyak gebrakan generasi muda dalam mencerdaskan masyarakat terkait bahaya rokok,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com