• Ratusan Mahasiswa Jember Turun Jalan Peringati Harkitnas

    0

    Jember,jurnalsumatra.com,- Ratusan aktivis yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Jember turun ke jalan untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional dengan berunjuk rasa di Gedung DPRD dan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat.
    “Peringatan Hari Kebangkitan Nasional harus dijadikan momentum bagi Pemkab dan DPRD Jember untuk bangkit dari keterpurukan karena selama ini masyarakat Jember belum sejahtera,” kata koordinator aksi Aliansi Gerakan Mahasiswa Jember, M. Haikal di Kantor Pemkab Jember.
    Menurutnya, Pemkab Jember belum mampu menanggulangi kemiskinan yang terjadi karena kebijakan yang masih belum berpihak kepada rakyat kecil dan selama ini para wakil rakyat juga tidak banyak berbuat untuk mengentaskan kemiskinan karena mereka belum menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat dengan baik.
    “Bupati dan Wakil Bupati Jember yang sudah 100 hari bekerja belum menunjukkan keseriusannya untuk mengentaskan kemiskinan di Jember, sehingga kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengontrol kebijakan pemerintah,” tuturnya.
    Dalam tuntutan yang dibacakan salah seorang aktivis mahasiswa, Aliansi Gerakan Mahasiswa Jember mendesak baik pemerintah pusat maupun Pemkab Jember mengkaji ulang pembangunan dan investasi yang belum sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.
    Kemudian mereka juga menolak seluruh upaya perizinan dan aktivasi pertambangan di Jember, serta mendesak Pemkab Jember untuk memberikan kemudahan dalam akses data sesuai dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.
    “Kami juga menuntut terbentuknya peraturan daerah tentang pasar modern dan pasar tradisional yang mengacu pada perizinan dan analisis dan dampak lingkungannya (amdal) karena pertumbuhan pasar modern tidak terkontrol hingga dapat mematikan pasar tradisional,” ujarnya.
    Di gedung DPRD Jember, mahasiswa mendesak pimpinan DPRD Jember untuk menandatangani tuntutan mahasiswa sebagai bentuk dukungan terhadap aspirasi mahasiswa yang menyuarakan kepentingan masyarakat.
    Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi menemui para pengunjuk rasa dan menyatakan dukungannya kepada aspirasi yang disampaikan mahasiswa karena pihak DPRD Jember juga menyetujui penolakan tambang dan mendorong keterbukaan informasi publik di Jember.
    “Kami sepakat dengan tuntutan para mahasiswa dan dalam waktu dekat juga akan dibahas perda tentang pasar modern, sehingga bentuk dukungan saya implementasikan dengan membubuhkan tanda tangan dalam tuntutan Aliansi Gerakan Mahasiswa Jember,” ucap politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu.
    Sementara demonstrasi di halaman Kantor Pemkab Jember sempat diwarnai kericuhan dan aksi dorong antara aparat kepolisian dengan mahasiswa hingga menyebabkan gerbang Kantor Pemkab Jember nyaris roboh.
    Wakil Bupati Jember A. Muqit Arief menemui perwakilan mahasiswa di ruang lobi dan bersedia menandatangani tuntutan mahasiswa sebagai bentuk dukungannya terhadap aspirasi aliansi mahasiswa tersebut.
    “Saya akan menindaklajuti aspirasi itu untuk disampaikan kepada Bupati Jember, namun saya setuju dengan aspirasi mahasiswa dan mendukung, sehingga saya membubuhkan tanda tangan dalam surat pernyataan Aliansi Gerakan Mahasiswa Jember itu,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com