• PT BA Gusur Pedagang Kecil

    0

    pt baTanjungenim, jurnalsumatra.com – Dengan akan dimanfaatkannya tanah milik PT Bukit Asam (Persero) Tbk yang berlokasi di lapangan Eks Balitas, Bawah Masjid Jamik (BMJ) Talang Jawa, Kelurahan Pasar Tanjungenim Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim yang akan di jadikan lokasi Taman baru bagi masyarakat Tanjungenim dan sekitarnya, PTBA melalui Satuan Kerja(Satker) Pertanahan dan Aset meminta para pedagang kuliner yang berjualan di lokasi tersebut untuk mengosongkan tempat paling lambat (dateline,red) 31 Mei 2016.

    Hal itu di tuangkan PTBA melalui lampiran surat tentang perihal rapat koordinasi yang di tandatangani Asmen Pengembangan Aset 2 Panca Kola, dengan no 130/Eks-14321/TN.03/V/2016, dengan tembusan SM Pengelolaan Aset dan Umum, SM Hukum dan Regulasi dan Manager Pemanfaatan Aset dan Umum, yang di tujuhkan kepada sebanyak 7 pedagang yang berjualan di lokasi BMJ. Surat ajakan rapat koordinasi  tersebut dikirimkan dan di terima pada Senin pagi 16 Mei 2016 yang lalu, yang di adakan di Ruang Rapat Satker Pengelolaan Aset dan Umum PTBA pukul 14.00 WIB.

    Adapun ke 7 pedagang tersebut adalah, Samudra, Alfian Hasbi Salsilah Akwan,Asmara Dewi, Sutik Ernawati, Sri Achmadi A, Sri Ravika, dan Fauziah Naidu. Menanggapi adanya surat tersebut perwakilan pedagang Alfian Hasbi Salsilah Akwan di dampingi koordinator Bunda Rini Syamsir langsung membalas isi surat tersebut dengan perihal permohonan penangguhan pemindahan lokasi usaha dan bantuan lokasi usaha, yang di tujuhkan langsung ke General Manager (GM) Unit Pertambangan Tanjungenim (UPTE) PT Bukit Asam (Persero) Tbk, yang di kirimkan pada 17 Mei 2016 dengan no 02/UKM-BMJ/V/2016.

    “Ya disini kami memohon minta kebijaksanaan dari pihak management PTBA. Mengingat kamipun berdagang disini legal alias resmi dan sesuai dengan perjanjian pemanfaatan lokasi yang belum genap 12 bulan dan juga kami membayar biaya sewa setiap bulan kepada PTBA,”ujar Hasbi, Minggu (22/5/16) sore.

    Menurut Hasbi, ia dan pedagang lainnya sangat mendukung di lokasi tersebut di bangun menjadi sebuah taman baru, namun kata Hasbi jangan sampai menghilangkan mata pencarian pada pedagang.

    “Tentu kami sangat mendukung dan kami siap bila memang ingin ditata agar rapi dan tidak terlihat kumuh seperti alasan pihak pertanahan, tapi ya harus ada solusi juga kan, bukan malah dibinasakan. Kalau memang alasannya kumuh, coba dilihat saat ini di setiap pojok di lingkungan PTBA tumbuh subur pedagang yang di biarkan sejak awal seperti di jalan lingkar tenis PTBA? Mereka jelas liar dan kami resmi bahkan membayar sewa,”keluhnya.

    Dikatakannya, berdasarkan hasil pertemuan dan balasan surat dari pihak PTBA, dalam hal ini melalui satker pertanahan tetap bersikukuh untuk meminta pedagang di BMJ mengosongkan tempat, tanpa ada relokasi yang di siapkan di lokasi lainnya.

    “Yang namanya taman, pasti nanti kan butuh juga pedagang untuk makan dan minum bagi warga yang ingin rekreasi. Kami pun malah mohon minta tenggat waktu setelah habis lebaran, setelah itu baru kalau mau ditertibkan silahkan tapi nanti setelah di bongkar, di siapkan lagi tempat di lokasi di sekitar situ dengan bangunan yang tidak terkesan kumuh untuk kami berjualan,”pungkasnya.

    Di tambahkan Rini Samsir selaku koordinator persatuan pedagang BMJ, bahwa pihaknya sangat mendukung pembangunan taman tersebut. Tapi kata Rini harus di carikan juga solusinya bagi pedagang dan bukan main usir seperti ini.

    “Kami ini besak kecik lahir disini, anak pensiunan PTBA jugo dulu, samo dengan wong tuo nyo Hasbi. Bapak kami banyak bejuang dulu di PTBA waktu PTBA masih susah. Kami idak nak nuntut begawe di PTBA tapi kami tahan membuka usaha kecik-kecik an dengan berjualan tapi kok malah nak di usir, itu samo bae membuat situasi idak kondusif bagi masyarakat di sini,”jelasnya dengan nada kesal.

    Kalo memang nak di tertibke itu nah pedagang di pasar baru bantingan yang banyak bangun di tanah PTBA semraut katek izin galo dan banyak lah pendatang justru,”tambahnya.

    Dari pantauan dilapangan sejak beberapa bulan ini pihak PTBA sedang melakukan proyek pembangunan pembuatan taman baru untuk tempat rekreasi bagi masyarakat, seperti yang di kawasan Brangau arah menuju Rumah Sakit Bukit Asam Medika (RS BAM) dan juga di kawasan Eks kantor Balitas di bawah masjid jami PTBA. Beberapa alat berat sejak beberapa pekan ini diturunkan untuk meratakan tanah dan juga menanam beberapa pohon sawit serta melakukan penataan hingga sampai di bibir sungai Enim yang juga berseberangan dengan lokasi fasilitas umum (fasum) di lapangan Eks Sentral Lama PTBA di kawasan pasar bawah Tanjungenim.(cacon)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com