• Pol PP Sita Tuak dan Miras Sejumlah Tempat di Palembang

    0

    Palembang, jurnalsumatra.com – Kejadian dan kasus yang menimpa Yuyun menjadi perhatian yang serius, membuat Mendagri secara Nasional memberikan intruksi untuk memberantas penjualan Tuak yang ada dilingkungan masyarakat setiap kota di Indonesia akibat minuman keras terkait darurat kejahatan seksual dan kamtibmas yang diakibatkan oleh miras.

    Hal itu juga dilakukan di Kota Palembang, Pol PP yang dengan sejumlah personilnya melakukan razia dengan menyisir sejumlah tempat dan lokasi yang biasa menjual minuman tuak tersebut dan bergerak mulai dari kantor walikota menuju kambang iwak, melewati Jl. Kapten Rivai dan berbelok menuju Jl. POM IX dan di depan TVRI disini ditemukan minuman tuak dan beberapa miras yang langsung disita dan dibawa didalam bak mobil patroli.

    Selanjutnya, para anggota melanjutkan perjalanannya menuju Jl, Sudirman di KM 9 juga ditemukan kembali beberapa minuman tuak, begitupun ketika menuju pasar lemabang ada beberapa minuman yang disimpan didalam warung juga beberapa dirigen tuak juga disita ditempat ini.

    Begitupun waktu melakukan pemeriksaan di dekat Pasar 16 Ilir yang banyak sekali warung-warung rokok dan juga menjual minuman ringan juga ditemukan minuman Tuak dan beberapa miras, yang lebih mengagetkan ditempat ini, bukan saja ada diwarung-warung tersebut ada menjual minuman tuak, satu mobil kijang penuh berisi dengan minuman tuak, tidak saja minum yang ada dalam dirigen itu disita, karena satu mobil itu penuh minuman tuak, berserta mobilnya langsung disita dan dibawa serta.

    Kepada jurnalsumatra.com- SOT M. Sabar – PLT Kasat Pol PP Palembang mengatakan “Kita akan kenakan sanksi tapiring disini (Tidak Pidana Ringan) dan sanksinya akan kita kenakan kurungan penjara selama 3 bulan dan akan disidangkan yustisi dengan tidak mengembalikan barangnya kembali sehingga akan menjadi efek jera bagi para penjual miras terutama tuak ”.

    Menurutnya, operasi yang akan mulai gencar dilakukan per 10 hari hingga bulan puasa tiba nanti/setidaknya dapan menekan peredaran miras yang sudah sangat meresahkan ini, terutama peredaran tuak yang kini dijual bebas di sejumlah kawasan di Kota Palembang.

    “Kami memberikan teguran keras pada setiap penjual miras yang berhasil diamankan/bahkan pihaknya akan menyidangkan secara Yustisi tindak pidana ringan (Tapiring) sebagai efek jera dengan kurungan minimal 3 bulan penjara karena sudah sangat meresahkan terutama peredaran tuak yang kini dijual bebas di sejumlah kawasan di Kota Palembang” pungkasnya.

    Namun sayangnya operasi ini terkesan hanya sekedar pencitraan saja, karena masih banyak tempat tempat penjualan tuak dan miras illegal yang tidak dijamah seperti di jalan sukatani talang kerikil kuburan cina dan sepanjang jalan sukarno hatta. (edchan)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com