• Pol PP Akan Sikat Habis Penjual Tuak di Palembang

    0

    Palembang, jurnalsumatra.com – Dengan terjadinya kasus Yuyun Walikota Palembang tugaskan Pol PP untuk sikat habis penjual tuak di Palembang, agar bisa mencegah kasus Yuyun terulang di Kota Palembang.

    Kekerasan Seksual terhadap anak-anak sudah termasuk darurat dan perlu mendapat sikap dari Pemerintah Daerah setempat, agar tidak ada Yuyun yang lain, akan menjadi korban kekerasan seksual, yang berujung pembubuhan keji, akibat minuman keras yang mudah didapat.  Walikota Palembang Harnojoyo, meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palembang, untuk mengambil pelajaran dari kasus yang terjadi seperti kepada diri Yuyun siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) 5 Satu Atap Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, agar tidak terjadi di Palembang.

    Kepada jurnalsumatra.com Walikota Palembang Harnojoyo dirumah dinasnya Jl. Tasik mengatakan “Seperti kejadian kasus Yuyun di Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, permasalahan tidak hanya dilihat dari kemiskinan saja dan peran serta orang tua dalam menjaga anak, tetapi ini, adalah persoalan Pemerintah, yang harus disikapi, agar tidak terjadi lagi”.ungkapnya (11/5).

    Dikatakannya, menjamurnya penjual minuman keras, tidak dapat dilepaskan dari kekerasan seksual yang menimpa anak-anak. Dimana, terlalu bebasnya penjual minuman jenis tuak, membuka peluang lebar tragedi kejadian Yuyun.

    Selama ini kita hanya fokus terhadap penjual minuman mengandung alkohol di Minimarket dan Supermarket saja yang ternyata, ada persoalan baru yang lebih serius yang menjadi penyebab kasus kekerasan seksual, yang ditimbulkan dari bebas beredarnya penjual minuman keras jenis tuak dengan harga terjangkau.

    Harnojoyo mengintruksikan agar Satpol PP Kota Palembang, dapat menyikapi dengan serius banyak menjamurnya penjualan minuman keras jenis tuak, yang berpotensi terjadinya tindakan kriminal di masyarakat, untuk pencegahan terjadi kasus tersebut di Palembang, karena dengan harga murah dan mudah didapat, penjualan tuak semakin subur di Kota Palembang. Tanpa ada batasan yang diberikan, potensi tindakan kriminal semakin terbuka lebar di Palembang. “Lihat saja disetiap sudut Kota, penjual tuak begitu leluasa berjualan. dengan harganya yang murah, sehingga anak dibawah umur pun bisa membeli,” ungkapnya.

    Lebih lanjut dikatakan Harnojoyo. perlu ada tindakan tegas dari menjamurnya peredaran minuman keras tradisionaal ini dan Pol PP juga harus melihat jeli dari kejadian Yuyun. “Kita memiliki aturan, berupa PERDA No. 44 Tahun 2002, tentang Ketentraman dan Ketertiban. Pol PP sebagai penegak peraturan untuk melaksanakan tugas. Harus ada koordinasi yang dilakukan untuk memberantas yang dapat mengancam ketentraman dan ketertiban,” tambahnya.

    “Setelah kejadian Yuyun ini, Pol PP diminta untuk lebih intens lagi melaksanakan dan merazia penjual minuman keras. Karena, sebagai satminkal dari PERDA tersebut, Pol PP memiliki tanggung jawab yang besaar untuk mencegah kasus Yuyun terjadi di Palembang dan tugas Pol PP bukan hanya menertibkan pedagang, tapi harus melihat hal-hal yang dapat mengancam Keamanan,” pungkasnya. (eddie)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com