• PKL CFD Solo Dilarang Gunakan Bungkus Plastik

    0

          Solo, jurnalsumatra.com – Pedagang kaki lima yang biasa berjualan di area Car Free Day Jalan Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah, dilarang untuk menggunakan kantong plastik atau pembungkus lain berbahan plastik dalam melayani konsumen/pembeli
    Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) Pemkot Surakarta Subagiyo di Solo, Senin, mengatakan larangan tersebut tercantum dalam Surat Edaran (SE)  Nomor 660/1.640 tentang larangan penggunaan bungkus dan bahan plastik untuk layanan kepada pembeli dan pembuangan sampah pada tempat sampah yang tersedia yang diberikan kepada pedagang.
    Ia mengatakan dalam SE yang ditandatangani Sekda tersebut ada empat poin yang ditekankan dan diharapkan dijalankan seluruh PKL CFD.
    Pertama, mematuhi semua ketentuan yang berlaku, mematuhi jam operasional, yakni mulai pukul 06-00-09.00 WIB, membuang sampah secara tertib dan rapi pada tempat sampah yang tersedia, serta tidak menggunakan bungkus atau plastik dalam melayani pesanan/produk dagangan kepada konsumen.
    “Ya mengganti plastik dengan bungkus atau bahan yang ramah lingkungan. Intinya mengurangi sampah plastik serta mengelola sampah yang dihasilkan selama berdagang di area CFD,” katanya.
    Subagiyo berharap edaran tersebut dapat dipatuhi pedagang. Pasalnya, jumlah sampah yang dihasilkan setiap minggu dari gelaran CFD cukup besar dan mayoritas adalah sampah plastik yang sulit diurai.

           Ia mengatakan kondisi tersebut diperparah dengan perilaku pengunjung yang belum tertib membuang sampah pada tempatnya, sehingga seperti ini sampah banyak berserakan. Karena itu, ada baiknya kalau pengurangan penggunaan plastik dimulai dari pedagang.
    Dikatakan selain memberikan edaran larangan penggunaan bungkus plastik, pihaknya melalui personel Linmas juga melakukan penertiban kepada pedagang yang berjualan melebihi garis kuning yang ada di trotoar  ‘city walk’, termasuk menertibkan pedagang yang nekat berjualan di taman atau di dekat rel.
    “Ya begitu juga pedagang yang melakukan aktivitas memasak di CFD. Kalau hanya sebabatas memanasi masih kami tolerir, tapi kalau mengolah dari bahan mentah sudah ada larangan dalam aturan yang kami berikan. Jadi langsung ditindak,” katanya.
    Ditambahkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkot Surakarta Solo, Sutardjo. Pihaknya menerjunkan 150 personel Linmas untuk membagikan edaran sekaligus menertibkan pedagang yang melanggar.
    “Sembari itu mereka juga memunguti sampah plastik yang berserakan di jalan dan di taman. Sehingga tidak tampak kumuh. Selama ini sampah plastik memang yang paling banyak dibuang sembarangan oleh pengunjung. Karena itu, melalui edaran ini Pemkot berharap  pedagang menggunakan pembungkus organik seperti daun dan lain sebagaianya, bukan plastik,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com